3 Kebiasaan Makan yang Rusak Lambung Tanpa Disadari
Gambar atau konten salah?
Kebiasaan makan yang buruk ternyata bisa berdampak serius pada lambung. Masalah lambung tidak hanya disebabkan oleh makanan pedas atau asam saja.
Seorang dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, Dr. Duong Thi Phuong, menjelaskan bahwa lambung memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf manusia. Karena itu, kondisi emosional, stres, dan perilaku makan bisa mempengaruhi proses pencernaan secara langsung.
"Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan," kata dr Phuong.
Berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang tanpa disadari bisa mengganggu kesehatan lambung:
- Makan Terlalu Malam dan Langsung Tidur
Kebiasaan makan malam yang mendekati waktu tidur bisa membebani kerja lambung. Proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung belum selesai mengosongkan isinya. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Risiko refluks asam pun meningkat dan kualitas tidur bisa terganggu. - Minum Terlalu Banyak
Banyak orang menganggap semakin banyak minum saat makan akan membantu proses pencernaan. Padahal, konsumsi cairan dalam jumlah berlebihan justru bisa mengencerkan asam lambung. Proses mencerna makanan menjadi kurang efisien. Selain itu, lambung yang dipenuhi makanan sekaligus cairan dalam jumlah besar harus bekerja ekstra untuk mencampur dan mengolah seluruh isinya. Dokter menyarankan total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter. Jumlah idealnya berkisar 50-100 mililiter. - Makan Terlalu Cepat
Seseorang yang makan terburu-buru dan terdistraksi tanpa sadar bisa mengganggu kesehatan lambung. Makan sambil bekerja, bermain ponsel, atau dalam keadaan stres dapat mengganggu proses pencernaan dengan menghambat produksi asam lambung dan enzim pencernaan. Hal yang sama berlaku untuk makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan saksama. Ini memberi tekanan ekstra pada perut, memaksanya bekerja lebih keras untuk mencerna makanan.
dr Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali sebelum ditelan. Waktu makan ideal juga sekitar 20-30 menit, agar tubuh memiliki kesempatan mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
Kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa serius. Lambung yang sehat membutuhkan pola makan yang teratur dan penuh perhatian. Stres dan emosi juga berperan besar dalam kesehatan pencernaan, bukan hanya soal apa yang dimakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
7 Khasiat Teh Sereh, dari Tidur Nyenyak hingga Kolesterol
Pemkab Deli Siapkan Rp 13,6 M Relokasi SMPN 2 Galang
Baca Ayat Kursi Usai Salat, Dua Jaminan dari Allah
PLN Padamkan Listrik Deli Serdang Delapan Jam
96,7% Anak RI Kurang Konsumsi Buah dan Sayur
Abdel Berjanji Jaga Keluarga Sahabat yang Meninggal
Berita Terbaru
Listrik Padam di Medan Lima Jam Hari Ini
Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Cair Mulai 20 Juli
5 Inovasi Camilan Buah yang Kini Populer
Prancis Vs Spanyol: Final Terlalu Cepat
Dolar AS Menguat ke Rp18.125 Pagi Ini
Pemkab Badung Banding Putusan PN Denpasar soal Menara BTS
Spanyol Vs Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
