30 Maret 2026: Hari Tidak Cocok Nikah dan Ngaben di Bali

Bayu K. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
30 Maret 2026: Hari Tidak Cocok Nikah dan Ngaben di Bali

Gambar atau konten salah?

Ala Ayuning Dewasa pada 30 Maret 2026 adalah hari yang ditentukan oleh Kalender Bali untuk menilai apakah hari itu baik atau tidak bagi kegiatan adat. Masyarakat Hindu di Bali menggunakan hitungan khusus ini untuk memilih hari yang tepat untuk pernikahan, upacara, dan pembangunan rumah.

Menurut hasil perhitungan, tanggal 30 Maret 2026 tidak dianggap cocok untuk nikah atau wiwaha, serta tidak dianjurkan untuk atiwa‑tiwa/ngaben dan pembangunan rumah. Hal ini tercermin dalam beberapa pendapat tradisional yang diambil dari kalenderbali.org.

“Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3)”

“Baik untuk nikah, membangun, mulai belajar/berlatih, belajar menari. (Alahing dewasa 2)”

“Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4)”

“Tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 3)”

“Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3)”

“Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Buat Sebet, Pratiti: Wedana. (iws/iws)”

Dengan demikian, bagi yang merencanakan acara adat pada 30 Maret 2026, disarankan memilih kegiatan lain selain pernikahan atau upacara ngaben. Informasi ini membantu masyarakat Bali menjaga keselarasan ritus dengan waktu yang dianggap paling tepat.

Alahing DewasaKalender BaliPernikahanNgabenPembangunan rumahManusa YadnyaPitra Yadnya

Komentar

Memuat komentar...