320 Pemudik Ikut Mudik Gratis Kereta di Jawa Tengah

Fitri A. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
320 Pemudik Ikut Mudik Gratis Kereta di Jawa Tengah

Gambar atau konten salah?

320 pemudik mengikuti program balik gratis Pemprov Jawa Tengah hari ini. Mereka mengaku bisa menghemat Rp 500 ribu karena dapat naik kereta api secara gratis.

Stasiun Tawang, di Kecamatan Semarang Utara, sudah padat oleh para pemudik yang harus kembali ke perantauan. Beberapa di antaranya telah berjuang demi mendapat kuota balik gratis dengan kereta. Mereka akan menaiki Kereta Tawang Jaya Premium dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Pasar Senen.

Salah satu pemudik, Rudy berusia 39 tahun, warga Semarang, mengaku sudah rutin memanfaatkan program ini. Tahun ini ia kembali ikut balik gratis menuju Jakarta setelah mudik selama sepekan.

Ini sangat membantu. Kalau naik kereta sekarang paling murah kan Rp 500 ribu, bus Rp 700 ribu sekali jalan. Cuma dengan adanya program ini, jadi gratis, bisa hemat sekitar Rp 1,5 juta untuk pulang-pergi,” kata Rudy kepada detikJateng di Stasiun Tawang, Jumat, 27 Maret 2026.

Rudy mengetahui informasi program ini dari paguyuban perantau, Pawon Semar. Ia bahkan sudah berkali-kali ikut program mudik-balik gratis ini. “PP (pulang-pergi) gratis semua, malah dapat makan lagi. Jadi ini sangat membantu warga yang kurang mampu yang merantau di Jakarta,” tambahnya.

Saya sebetulnya sudah 5 atau 6 kali Lebaran. Cuma kalau saya lagi kerja kalau memang nggak bisa, ya nggak bisa. Tapi kalau nggak lagi kerja saya bisa ngikut (berburu tiket). Daftarnya sudah sejak puasa sih,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Dani, 25 tahun, perantau asal Kabupaten Pati. Ia baru pertama kali mengikuti program arus balik gratis Pemprov Jateng tahun ini, setelah sebelumnya ikut mudik gratis menggunakan bus. “Dengan adanya mode gratis ini alhamdulillah kita bisa hemat Rp 1,5 juta. Alhamdulillah sangat membantu sekali bagi warga, apalagi banyak sekali warga Kabupaten Pati yang bekerja di daerah Jakarta gitu,” ujarnya.

Dani berharap kuota program ini bisa ditambah karena masih banyak masyarakat yang belum kebagian.

Sementara itu pemudik asal Bogor, Rani berusia 33 tahun, ikut mudik bersama keluarganya dan akan turun di Stasiun Bekasi. Rani sebelumnya ikut mudik gratis naik kapal. “Biasanya kan naik kapal laut kita, sekarang naik kereta. Kalau naik kapal laut biasanya berangkat jam 10.00 WIB pagi sampainya jam 10.00 WIB pagi. Kalau kereta lebih cepat,” tutur Rani.

Koordinator Lapangan Paguyuban Kota Semarang, Yusi, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk pendaftaran offline melalui paguyuban tercatat ada 160 peserta. “Tahun ini naik, sebelumnya sekitar 100-an. Peminatnya tinggi sekali sampai kami kewalahan,” ujar Yusi.

Menurut Yusi, program ini sangat membantu masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah. “Maksimal pendaftaran kan 4 orang. Taruhlah satu tiket itu Rp 250 ribu, sekali jalan bisa ngirit Rp 1-2 juta. Jadi benar-benar sangat membantu,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan arus balik gratis tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus yang diberangkatkan dari sejumlah titik. Program ini ditujukan bagi pekerja informal untuk mudik ke kampung halaman di Jateng. “Hari ini pemberangkatan arus balik menggunakan kereta api, besok dari beberapa terminal juga disiapkan bus,” ujarnya.

Ia menyebut total sekitar 18.000 warga difasilitasi dalam program mudik dan balik gratis tahun ini, dengan rincian ratusan armada bus dan belasan gerbong kereta. “Hari ini ada 320 (peserta), 4 gerbong. Besok bus yang banyak, di Donohudan, Terminal Mangkang, Terminal Boyolali, Banyumas. Di beberapa terminal juga kita siapkan bus untuk arus balik,” urainya.

Program ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk memudahkan warga merantau kembali ke kampung halaman, sekaligus mengurangi beban transportasi. Dengan menyediakan transportasi gratis, banyak keluarga yang dapat menghemat biaya perjalanan dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain. Program ini juga menegaskan peran paguyuban dan koordinasi antara lembaga pemerintah dalam mendukung masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.

mudik gratisPemprov Jawa Tengahkereta apipaguyubanPatiTawangPasar Senen

Komentar

Memuat komentar...