41 Sekolah Negeri Jabar Jadi Maung, Mulai 2026/2027
Gambar atau konten salah?
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan penetapan 41 sekolah negeri sebagai calon pusat pengembangan Sekolah Manusia Unggul (Maung). Program ini akan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Tujuannya adalah mengembalikan identitas sekolah unggulan di setiap daerah.
Penetapan tersebut mencakup 28 SMA dan 13 SMK yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Kota Bandung menjadi satu-satunya daerah yang mendapat pengecualian dengan memiliki dua SMA Maung sekaligus, sementara daerah lain umumnya hanya satu sekolah.
Berikut ringkasan mengenai Sekolah Maung yang dirangkum pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Latar Belakang dan Alasan Transformasi Sekolah Maung
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan langkah ini diambil untuk mengatasi penurunan kualitas sekolah negeri favorit yang terjadi sejak diberlakukannya sistem zonasi.
Menurut Dedi Mulyadi, “Seiring dengan waktu, dengan diberlakukan zonasi, tingkat kualifikasi sekolah terus mengalami penurunan tajam.”
Penurunan daya saing terlihat ketika sekolah unggulan negeri mulai didominasi oleh sekolah swasta. Hanya SMAN 3 Bandung yang masih dinilai memiliki kualifikasi sekolah unggul di Jawa Barat.
Masalah akademis dan disiplin juga memicu penurunan kualitas. Faktor-faktor seperti berkurangnya daya dukung, pembiayaan, hingga kualifikasi akademis murid yang masuk memengaruhi kondisi. Bahkan, muncul persoalan disiplin siswa terhadap guru.
Dengan Sekolah Maung, jalur rekrutmen siswa berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik—seperti seni dan olahraga—akan diperbesar dibandingkan sistem zonasi.
Untuk warga kurang mampu, pemerintah menyiapkan skema subsidi bagi siswa dari keluarga menengah ke bawah yang bersekolah di swasta agar tetap mendapat pendidikan berkualitas.
Daftar Lengkap 28 SMA Calon Sekolah Maung di Jawa Barat
Penentuan sekolah dilakukan melalui usulan Kantor Cabang Dinas (KCD) yang kemudian diverifikasi oleh tim khusus sebagai dasar keputusan SK Gubernur. Berikut daftarnya:
- SMAN 2 Cibinong – Kabupaten Bogor
- SMAN 1 Bogor – Kota Bogor
- SMAN 1 Depok – Kota Depok
- SMAN 1 Bekasi – Kota Bekasi
- SMAN 1 Sukatani – Kabupaten Bekasi
- SMAN 1 Subang – Kabupaten Subang
- SMAN 1 Purwakarta – Kabupaten Purwakarta
- SMAN 5 Karawang – Kabupaten Karawang
- SMAN 2 Kota Sukabumi – Kota Sukabumi
- SMAN 1 Pelabuhan Ratu – Kabupaten Sukabumi
- SMAN 1 Cisarua – Kabupaten Bandung Barat
- SMAN 1 Cianjur – Kabupaten Cianjur
- SMAN 3 Bandung – Kota Bandung
- SMAN 5 Bandung – Kota Bandung
- SMAN 3 Cimahi – Kota Cimahi
- SMAN 1 Soreang – Kabupaten Bandung
- SMAN 1 Sumedang – Kabupaten Sumedang
- SMAN 1 Majalengka – Kabupaten Majalengka
- SMAN 1 Sindang – Kabupaten Indramayu
- SMAN 2 Cirebon – Kota Cirebon
- SMAN 1 Palimanan – Kabupaten Cirebon
- SMAN 2 Kuningan – Kabupaten Kuningan
- SMAN 6 Garut – Kabupaten Garut
- SMAN 1 Tasikmalaya – Kota Tasikmalaya
- SMAN 1 Singaparna – Kabupaten Tasikmalaya
- SMAN 1 Ciamis – Kabupaten Ciamis
- SMAN 1 Banjar – Kota Banjar
- SMAN 1 Parigi – Kabupaten Pangandaran
Daftar Lengkap 13 SMK Calon Sekolah Maung di Jawa Barat
Untuk jenjang SMK, setiap satu cabang dinas pendidikan diwakili oleh satu sekolah unggulan. Berikut daftarnya:
- SMKN 1 Cibinong – Kabupaten Bogor
- SMKN 3 Bogor – Kota Bogor
- SMKN 2 Bekasi – Kota Bekasi
- SMKN Maung – Kabupaten Purwakarta
- SMKN 1 Cibadak – Kabupaten Sukabumi
- SMKN 1 Pacet – Kabupaten Cianjur
- SMKN 1 Cimahi – Kota Cimahi
- SMKN 1 Katapang – Kabupaten Bandung
- SMKN 1 Majalengka – Kabupaten Majalengka
- SMKN 1 Mundu – Kabupaten Cirebon
- SMKN 1 Garut – Kabupaten Garut
- SMKN 2 Tasikmalaya – Kota Tasikmalaya
- SMKN 1 Pangandaran – Kabupaten Pangandaran
Rencana Perubahan Nama dan Nomenklatur
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana secara resmi mengganti nama sekolah-sekolah tersebut menjadi Sekolah Maung.
Proses perizinan dijelaskan oleh Kepala Disdik Jabar, Purwanto, “Iya (namanya menjadi Sekolah Maung) nanti kita akan usulkan ke kementerian. Kita kalau diizinkan oleh kementerian akan melakukan itu.”
Keputusan akhir tetap berada di tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mengingat ini merupakan program baru dari Pemprov Jabar.
Sifat program ini sangat bergantung pada apakah kementerian memberikan izin perubahan nomenklatur berdasarkan program tersebut.
Dengan penetapan daftar sekolah ini, Pemprov Jabar berharap dapat mewadahi siswa berprestasi dari seluruh penjuru daerah untuk masuk ke sekolah unggulan tanpa terhambat batasan zonasi yang ketat. Saat ini, persiapan teknis terus dimatangkan agar program dapat berjalan sesuai target pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
Program ini menandai langkah konkret pemerintah provinsi untuk memperbaiki kualitas pendidikan negeri. Dengan menekankan prestasi dan subsidi bagi keluarga kurang mampu, diharapkan sekolah unggulan dapat kembali menjadi pilihan utama bagi banyak siswa di Jawa Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
