5 Bahan Makanan yang Tak Perlu Dicuci Sebelum Masak Terkait

Vera T. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
5 Bahan Makanan yang Tak Perlu Dicuci Sebelum Masak Terkait

Gambar atau konten salah?

Di dapur, kebiasaan mencuci bahan makanan sebelum dimasak sering dianggap sebagai langkah kebersihan yang tak terelakkan. Banyak orang membilas hampir semua bahan di bawah air mengalir, beranggapan bahwa proses ini membuat makanan lebih aman dan higienis. Namun, tidak semua makanan memang perlu dicuci. Beberapa kali, tindakan mencuci justru dapat menambah risiko kontaminasi bakteri di lingkungan dapur.

Menurut para ahli keamanan pangan, mencuci daging, unggas, atau ikan dapat memicu penyebaran bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter ke permukaan meja, pisau, atau peralatan lain. United States Department of Agriculture (USDA) menegaskan bahwa mencuci bahan mentah dapat menimbulkan kontaminasi silang. Meskipun bakteri pada daging akan mati ketika dimasak pada suhu yang tepat, percikan air saat mencuci dapat menyebar bakteri ke area lain di dapur.

Berikut ini lima bahan makanan yang tidak disarankan untuk dicuci sebelum dimasak, dilaporkan oleh Southern Living pada 29 Mei 2026:

  1. Daging Mentah dan Ayam

    Banyak orang masih mencuci ayam atau daging mentah sebelum dimasak. Tindakan ini tidak dianjurkan oleh para ahli keamanan pangan. Saat daging dibasuh di bawah air mengalir, percikan air dapat membawa bakteri ke permukaan dapur lainnya. USDA menyatakan bahwa bakteri pada daging akan mati saat proses memasak dilakukan pada suhu yang tepat. Daripada mencuci, lebih baik langsung mengolah daging dan memastikan tingkat kematangannya sesuai standar. Untuk ayam dan unggas, disarankan memasak pada suhu internal 74 derajat celcius, sedangkan daging merah mencapai suhu internal 63 derajat celcius.

  2. Ikan Mentah

    Ikan mentah juga termasuk bahan makanan yang tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Seperti ayam dan daging, mencuci ikan berpotensi menyebarkan bakteri ke area dapur. Jika tujuan mencuci adalah menghilangkan bau amis, para chef biasanya lebih menyarankan penggunaan air perasan lemon atau mengeringkan ikan dengan tisu dapur. Cara ini dianggap lebih efektif tanpa meningkatkan risiko kontaminasi silang. Membilas ikan terlalu lama juga dapat memengaruhi teksturnya, terutama pada jenis ikan berdaging lembut. Ikan menjadi lebih mudah hancur saat dimasak dan kehilangan cita rasa alaminya.

  3. Telur

    Telur yang dijual di supermarket umumnya sudah melalui proses pembersihan khusus sebelum dipasarkan. Setelah dibersihkan, telur biasanya diberi lapisan pelindung tipis agar bakteri tidak mudah masuk melalui pori-pori cangkang. Jika telur dicuci kembali di rumah, lapisan pelindung tersebut bisa rusak. Akibatnya, bakteri justru lebih mudah masuk ke bagian dalam telur, terutama jika terdapat retakan kecil yang tidak terlihat. Para ahli menyarankan telur cukup disimpan di lemari pendingin dan langsung digunakan saat akan dimasak. Jika ada kotoran menempel pada kulit telur, cukup bersihkan perlahan menggunakan tisu kering.

  4. Pasta Mentah

    Masih banyak orang membilas pasta mentah sebelum direbus karena khawatir terdapat debu atau sisa tepung. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memengaruhi hasil akhir masakan. Pasta memiliki lapisan pati alami yang penting dalam proses memasak. Pati tersebut membantu saus menempel lebih baik pada permukaan pasta. Jika pasta dicuci terlebih dahulu, lapisan pati akan hilang sehingga teksturnya menjadi lebih licin dan saus sulit menyatu. Membilas pasta dapat mengurangi rasa dan kualitas hidangan.

  5. Jamur

    Jamur memang perlu dibersihkan sebelum dimasak, tetapi bukan berarti harus direndam atau dicuci terlalu lama. Jamur memiliki tekstur yang mudah menyerap air seperti spons. Jika terkena terlalu banyak air, jamur akan menjadi lembek dan sulit menghasilkan tekstur kecokelatan saat ditumis. Cara terbaik membersihkan jamur adalah menggunakan tisu dapur lembap untuk menghilangkan sisa tanah dan kotoran. Jika memang perlu dicuci, lakukan dengan cepat di bawah air mengalir lalu segera keringkan. Jamur yang terlalu basah juga akan mengeluarkan banyak air saat dimasak sehingga rasanya menjadi kurang gurih.

Praktik mencuci bahan makanan yang tidak perlu dapat menurunkan kualitas rasa dan tekstur, serta meningkatkan risiko penyebaran bakteri. Menurut USDA, mencuci daging, unggas, dan ikan justru dapat menambah kontaminasi silang, sementara bakteri pada bahan tersebut akan mati ketika dimasak pada suhu yang tepat. Untuk telur, lapisan pelindung yang sudah ada di cangkang harus dijaga agar bakteri tidak masuk. Pasta kehilangan pati pentingnya jika dicuci, sehingga saus tidak menempel. Dan jamur, jika terlalu basah, kehilangan kemampuan menumis dengan baik. Dengan memahami karakteristik masing-masing bahan, kita dapat menghindari kebiasaan mencuci yang tidak perlu dan menjaga kebersihan serta kualitas masakan di dapur.

kontaminasi silangdaging mentahikan mentahtelurpasta mentahjamurbakteri Salmonella

Komentar

Memuat komentar...