5 Beras Terbaik Dunia 2026: Thai Jasmine, Basmati, Arborio
Gambar atau konten salah?
Berbagai jenis beras di dunia memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang unik, sehingga menjadi bagian penting dari budaya kuliner setiap negara. Menurut situs travelling dan ensiklopedi kuliner TasteAtlas, pada tahun 2026, telah dirilis daftar 51 jenis beras terbaik di dunia berdasarkan karakteristik rasa, aroma, tekstur, dan popularitasnya dalam hidangan khas.
Daftar tersebut menampilkan lima beras yang dinobatkan sebagai paling enak di dunia. Masing-masing beras memiliki keunggulan berbeda, mulai dari aroma harum khas hingga tekstur pulen yang cocok dipadukan dengan berbagai masakan. Berikut adalah penjelasan singkat tentang kelima beras terbaik tersebut.
-
Khao Hom Mali – Beras Thai jasmine rice ini menempati posisi pertama. Aroma harum menyerupai bunga melati, tekstur lembut, dan rasa sedikit manis menjadi ciri khasnya. Varietas ini banyak dibudidayakan di wilayah timur laut dan tengah Thailand, khususnya di Ubon Ratchathani, Surin, Roi Et, dan Yasothon. Salah satu varietas unggulan, Khao Hom Mali Thung Kula Rong-Hai, telah mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (GI). Setelah dimasak, bulirnya tetap lembut, sedikit lengket, dan mengembang sempurna. Karena karakteristik tersebut, beras ini sering menjadi pendamping berbagai hidangan khas Thailand seperti kari hijau, tumisan, hingga olahan daging panggang.
-
Basmati – Beras berbulir panjang ini berasal dari India dan Pakistan. Aroma khasnya digambarkan seperti perpaduan kacang, bunga, dan rempah ringan. Keunggulan utama Basmati terlihat setelah dimasak: bulirnya tetap terpisah dan tidak saling menempel. Hal ini memudahkan saus kari atau semur melapisi setiap butir nasi. Semakin panjang bulirnya, semakin tinggi pula kualitasnya. Selain unggul dari segi rasa, beras ini juga mengandung karbohidrat kompleks, magnesium, selenium, vitamin B, dan antioksidan, menjadikannya pilihan populer bagi banyak pencinta kuliner di berbagai negara.
-
Arborio – Beras berbulir pendek dan membulat ini sangat identik dengan hidangan risotto di Italia. Arborio mengandung pati dalam jumlah tinggi, sehingga menghasilkan tekstur lembut dan krimi saat dimasak. Nama beras ini berasal dari sebuah kota di Lembah Po, Italia. Berbeda dengan beras pada umumnya, Arborio tidak dianjurkan dicuci sebelum dimasak karena lapisan pati alaminya penting dalam menciptakan tekstur khas. Selain risotto, beras ini juga sering digunakan dalam pembuatan rice pudding, arancini, dan sup minestrone. Karena karakteristiknya yang unik, harga Arborio umumnya lebih mahal dibandingkan beras panjang biasa.
-
Arroz Carolino das Lezírias Ribatejanas – Varietas beras unggulan asal Portugal ini dibudidayakan di kawasan Salvaterra de Magos, tidak jauh dari Lisbon. Daerah ini dikenal memiliki iklim Mediterania yang mendukung pertumbuhan beras berkualitas tinggi. Beras ini memiliki tekstur lembut dan halus serta kemampuan menyerap aroma dan rasa bahan masakan dengan sangat baik. Meski lembut, struktur bulirnya cukup kuat sehingga tidak mudah pecah saat dimasak. Karakter tersebut membuat Arroz Carolino banyak digunakan dalam berbagai hidangan berkuah maupun sajian berbasis nasi yang membutuhkan tekstur lembut dan sedikit krimi.
-
Uruchimai – Beras Jepang ini termasuk varietas Japonica berbulir pendek yang menjadi makanan pokok masyarakat Jepang. Bentuk bulirnya pendek dan gemuk dengan kandungan pati lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Saat dimasak, Uruchimai menghasilkan tekstur pulen, lembap, dan sedikit lengket sehingga mudah disantap menggunakan sumpit. Keunggulan lainnya adalah sifatnya yang sangat serbaguna. Selain dinikmati sebagai nasi putih pendamping berbagai lauk, Uruchimai juga digunakan dalam aneka hidangan Jepang yang dipadukan dengan sayuran, seafood, dashi, maupun kecap asin. Beras ini juga menjadi bahan utama pembuatan sake, shochu, serta cuka beras yang banyak digunakan dalam kuliner Jepang.
Daftar ini menegaskan bahwa beras bukan sekadar makanan pokok, melainkan juga elemen penting dalam tradisi kuliner dan ekonomi setiap negara. Setiap varietas memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara memasak dan citarasa hidangan. Dari aroma harum Thai jasmine rice hingga tekstur krimi Arborio, beras-beras ini menunjukkan betapa beragamnya pilihan kuliner di dunia.
Dengan memahami keunikan masing-masing beras, kita dapat lebih menghargai proses budidaya dan tradisi kuliner yang melekat pada setiap jenis beras. Hal ini juga membuka peluang bagi para koki dan pecinta masakan untuk bereksperimen dengan kombinasi rasa dan tekstur yang belum pernah dicoba sebelumnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lombok Cooking Class Jakarta 18 Juni: Ayam Bakar Taliwang
Pasar Beriman Tomohon Batasi Satwa Liar, Baru 2024
Dua Lipa Pilih Maxwell Food Centre: Surga Kuliner Singapura
Fan Sumu Bikin Replika Qingming 7m dengan 60kg Cokelat
Hotel Penitipan Starter Sourdough Jadi Trend di Swedia
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Berita Terbaru
Kirab Pusaka 1 Suro 16 Juni 2026 di Keraton Solo
Singapura Jadi Destinasi Utama Wisatawan Indonesia 2026
Bencana Banjir Parah di Surabaya: 150 Rumah Rusak Tengah Kota
Love Scam Internasional Sukoharjo: Mantan Artis Tersangka
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Rencana Ganti Menteri Keuangan
05 Juni 2024: Lingkungan, Laut, Penerbangan, Terima Kasih
Pemuda Banyuwangi Jadi Pemain Pro di Polandia, Eropa
Perez Siap Jadi Presiden Real, Rencanakan Kembali Mourinho
