5 Cara Sederhana Hindari Mikroplastik dari Makanan & Minuman
Gambar atau konten salah?
Sering dianggap sepele, kebiasaan menghangatkan makanan atau minuman bisa menimbulkan dampak kesehatan yang tak terduga. Salah satu penyebabnya adalah mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman sehari‑harinya.
Walaupun para ilmuwan masih terus meneliti dampak mikroplastik, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan dapat dikurangi dengan kebiasaan sederhana, terutama dalam memilih makanan dan cara mengolahnya di rumah. 27 Maret 2026, EWG melaporkan lima cara mudah menghindari paparan mikroplastik dari makanan.
Berikut cara-cara yang dapat Anda terapkan:
-
Hati-hati saat konsumsi minuman panas
Minuman panas yang disajikan dalam gelas sekali pakai, baik berbahan kertas maupun plastik, diketahui dapat melepaskan lebih banyak partikel mikroplastik. Hal yang sama juga ditemukan pada kantong teh berbahan plastik. Karena itu, disarankan untuk membawa tumbler atau tempat minum sendiri saat membeli kopi atau teh. Kebiasaan ini dapat mengurangi paparan mikroplastik dalam minuman. Jika memungkinkan, gunakan cangkir keramik saat minum di kafe atau buat minuman sendiri di rumah. Selain lebih aman, cara ini juga dapat menghemat pengeluaran harian.
-
Hindari air minum dalam botol plastik
Beberapa penelitian menemukan bahwa air minum dalam kemasan botol plastik mengandung partikel mikroplastik. Bahkan, membuka tutup botol saja dapat menghasilkan ratusan partikel plastik kecil. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa botol plastik bisa melepaskan partikel berukuran sangat kecil ketika terkena panas. Karena itu, air minum yang disaring dan disimpan dalam tempat minuman menjadi pilihan yang lebih aman. Jika terpaksa menggunakan botol plastik untuk minum air putih atau minuman ringan, sebaiknya hindari menyimpan botol ini di tempat panas atau terkena sinar matahari langsung. Hal ini demi mengurangi risiko mikroplastik terlepas di dalam minuman.
-
Biasakan mencuci beras sebelum dimasak
Kebiasaan sederhana seperti mencuci beras ternyata juga bisa membantu mengurangi paparan mikroplastik, sekaligus menghilangkan bakteri atau koroan yang menempel di beras sebelum dimasak. Sebuah penelitian menemukan bahwa beras, baik putih maupun cokelat, bisa mengandung partikel plastik kecil dari proses produksi dan pengemasan. Dengan mencuci beras sebelum dimasak, sebagian partikel tersebut dapat berkurang. Selain itu, mencuci beras juga membantu menghilangkan kotoran lain dan sisa pati yang menempel, sehingga hasil nasi menjadi lebih bersih dan enak dikonsumsi.
-
Pilih seafood yang segar
Makanan laut atau seafood juga menjadi salah satu sumber mikroplastik yang cukup sering ditemukan. Penelitian menunjukkan bahwa produk makanan seafood yang sudah diproses, seperti udang tepung atau seafood siap saji, cenderung mengandung lebih banyak partikel plastik dibandingkan ikan segar. Karena itu, pilihlah ikan segar dan mengolahnya sendiri di rumah bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Selain mengurangi paparan mikroplastik, cara ini juga membuat kualitas makanan lebih terjaga.
-
Perhatikan cara mengolah dan menyimpan makanan
Cara mengolah makanan juga berpengaruh penting terhadap paparan mikroplastik. Memanaskan atau membekukan makanan dalam wadah plastik dapat membuat plastik lebih mudah terurai dan bercampur dengan makanan. Wadah berbahan kaca menjadi pilihan yang lebih aman untuk menyimpan atau memanaskan makanan. Jika menggunakan microwave, sebaiknya pindahkan makanan ke piring terlebih dahulu. Selain itu, penggunaan talenan non‑plastik juga bisa membantu mengurangi kemungkinan partikel plastik masuk ke dalam makanan.
Dengan menerapkan lima langkah sederhana di atas, Anda dapat mengurangi paparan mikroplastik yang mungkin masuk melalui makanan dan minuman sehari‑harinya. Kebiasaan kecil seperti membawa tumbler, mencuci beras, dan memilih wadah kaca dapat membuat perbedaan signifikan bagi kesehatan Anda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Berita Terbaru
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
