5 Haji Surabaya Tunda Keberangkatan Karena Kondisi Kesehatan
Gambar atau konten salah?
5 CJH dari Embarkasi Surabaya harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena kondisi kesehatan yang menuntut perawatan intensif. Mereka belum dapat dinyatakan layak terbang oleh dokter.
Menurut Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, 4 di antara mereka kini dirawat di RS Haji, sementara 1 lainnya menjalani perawatan di rumah.
“Yang stroke, yang tidak berangkat (ke Asrama Haji), yang rata-rata di sini (RS Haji) adalah darah tinggi,” ujar Anam kepada wartawan di AHES, Senin 27 April 2026.
Dua dari tiga CJH yang dirawat di RS Haji saat ini kondisinya sudah membaik. Mereka sudah siap berangkat ke Tanah Suci.
“Dua (CJH) sudah siap berangkat tinggal menunggu seat yang kosong seperti itu,” ujarnya.
Kelima calon haji yang tertunda berasal dari kloter 6 Kabupaten Pasuruan, kloter 13 Kota Malang, kloter 17 Kabupaten Malang, kloter 22 Kota Madiun, dan kloter 23 Kabupaten Ngawi.
Sebelumnya, PPIH Embarkasi Surabaya mengumumkan duka. Satu jemaah haji dari kloter 8, Komariyah (85) asal Pasuruan, meninggal dunia di Madinah pada Minggu 26 April 2026.
“Jadi (jemaah) sesak napas di sana, sakitnya seperti itu. Kemudian meninggalkan dunia di sana,” pungkasnya.
Kondisi kesehatan para calon haji masih dipantau ketat. Dua yang sudah pulih menunggu seat kosong, sementara tiga lainnya masih dirawat. Sementara itu, kehilangan Komariyah menambah kesedihan bagi keluarga dan komunitas haji.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
