5 Makanan Beresiko: Jangan Simpan di Wadah Plastik Tertutup

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
5 Makanan Beresiko: Jangan Simpan di Wadah Plastik Tertutup

Gambar atau konten salah?

Wadah plastik sering dipakai untuk menyimpan makanan, tapi tidak semua makanan cocok disimpan di dalamnya. Beberapa jenis makanan malah cepat rusak, menimbulkan bakteri, dan menurunkan kualitasnya.

Menurut artikel Real Simple (21 Maret 2023), ada lima makanan yang sebaiknya tidak disimpan di wadah plastik tertutup. Artikel ini menguraikan alasan dan cara penyimpanan yang lebih aman.

Daging Merah – Menyimpan daging mentah sembarangan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli. Cairan alami dari daging menjadi media ideal bagi bakteri. Jika daging disimpan di wadah plastik tertutup, kelembapan meningkat dan kontaminasi dapat terjadi hanya dalam hitungan jam. Untuk mencegahnya, gunakan wadah kaca tertutup rapat atau bungkus daging dengan kertas khusus. Simpan di rak paling bawah kulkas agar cairan tidak menetes ke makanan lain.

Keju Lunak – Produk susu segar, seperti keju lunak, sangat sensitif terhadap cara penyimpanan. Sirkulasi udara penting untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya. Wadah plastik tertutup dapat memerangkap kelembapan dan memicu pertumbuhan bakteri. Akibatnya, keju cepat berjamur, terkontaminasi, dan nutrisinya menurun. Sebaiknya simpan produk susu dalam kemasan asli atau wadah yang lebih “bernapas”. Untuk keju lembut, bungkus dengan kertas roti sebelum dimasukkan ke kulkas.

Buah-buahan Penghasil Etilen – Apel, pisang, dan tomat menghasilkan gas etilen yang mempercepat pematangan. Jika disimpan di wadah plastik tertutup, proses ini menjadi lebih cepat. Gas etilen yang terperangkap membuat buah cepat lembek, mudah busuk, dan menurunkan kandungan nutrisi. Buah sebaiknya disimpan di wadah terbuka atau berlubang agar sirkulasi udara baik. Pisang juga sebaiknya dipisah dari buah lain agar tidak cepat matang.

Sayuran Hijau dan Herbal – Sayuran hijau dan herbal segar seperti selada sangat sensitif saat disimpan. Kurangnya sirkulasi udara dapat membuatnya cepat layu dan rusak. Wadah plastik atau kantong tertutup memerangkap kelembapan dan memicu pertumbuhan bakteri. Kondisi lembap ini juga dapat memicu lendir dan bakteri berbahaya seperti E. coli. Sebaiknya bungkus herbal dengan tisu lembap lalu simpan di wadah terbuka. Untuk selada, gunakan wadah berlubang dan pisahkan dressing agar tidak cepat lembek.

Makanan Sisa yang Masih Panas – Menyimpan makanan panas langsung ke wadah plastik berisiko tinggi. Uap dan kondensasi membuat suhu masuk ke zona bahaya yang memicu pertumbuhan bakteri cepat. Panas juga dapat merusak plastik dan melepaskan zat berbahaya. Paparan bahan seperti BPA hingga mikroplastik bisa meningkat saat makanan panas bersentuhan langsung. Sebaiknya dinginkan makanan terlebih dulu sebelum disimpan. Gunakan wadah kaca atau food grade agar lebih aman dan tahan perubahan suhu.

Dengan memperhatikan jenis makanan dan cara penyimpanan, kita dapat mengurangi risiko keracunan makanan, pembusukan, dan kontaminasi. Wadah plastik memang praktis, tapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Pilihan alternatif seperti wadah kaca, kertas khusus, atau wadah berlapis udara dapat menjaga kesegaran dan keamanan makanan kita.

wadah plastikdaging merahkeju lunakbuah etilensayuran hijaumakanan panaskontaminasi bakteri

Komentar

Memuat komentar...