69 Siswa Sakit, MBG Kediri Dihentikan Program Sementara

Sigit W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
69 Siswa Sakit, MBG Kediri Dihentikan Program Sementara

Gambar atau konten salah?

69 siswa dari tiga sekolah dasar di Kediri melaporkan gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Rabu, 22 April 2026. Sekolah yang terdampak adalah SD Ketami 2, SD Ketami 1, dan SD Tempurejo 1.

Reaksi cepat datang dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Ia turun langsung ke lapangan dan memimpin rapat darurat bersama Satgas MBG Kota Kediri pada hari Jumat, 24 April 2026. Tujuannya jelas: menangani kasus ini secara serius.

Vinanda menjelaskan rincian korban. Dari total 69 siswa yang terdampak, 53 siswa berasal dari SD Ketami 2, 11 siswa dari SD Ketami 1, dan 5 siswa dari SD Tempurejo 1. Jumlah ini menunjukkan skala masalah yang cukup besar di satu daerah.

Gejala yang dilaporkan beragam: mual, muntah, pusing, diare, dan demam ringan. Situasi ini memang mengkhawatirkan, namun Vinanda menegaskan tidak ada korban yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

“Keluhan yang dialami siswa di antaranya mual, muntah, pusing, diare hingga demam ringan. Meski demikian, hingga kini tidak ada laporan siswa yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” kata perempuan yang karib disapa Mbak Wali, Jumat, 24 April 2026.

Insiden ini bermula ketika Kepala SD Ketami 2 melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Kediri pada hari Kamis, 23 April 2026. Petugas kesehatan segera mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Hasil uji menunjukkan adanya bakteri e.coli. “Dari hasil sampel memang ditemukan bakteri e.coli. Secara teknis itu menunjukkan makanan sudah basi,” ujar Mba Wali.

Menu MBG yang disajikan pada hari itu meliputi roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak-arik, sup kacang merah dan kentang, serta buah kelengkeng. Sampel yang diuji adalah satu porsi makanan dari distribusi hari tersebut.

Setelah itu, Satgas MBG bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendalam ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo, dapur penyedia yang bertanggung jawab mengirimkan makanan ke ketiga sekolah.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Kediri, Armeityansyah, mengungkapkan bahwa investigasi awal menemukan sejumlah dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang cukup serius. Salah satu temuan utama berkaitan dengan waktu memasak yang tidak sesuai ketentuan.

“Salah satunya waktu pemasakan. Harusnya dilakukan di jam 2, tapi tadi setelah dikonfirmasi ternyata lebih awal dari itu,” kata pria yang akrab disapa Ian.

Selain soal waktu memasak, tahapan uji organoleptik—pengecekan kualitas, rasa, aroma, dan kondisi fisik makanan sebelum didistribusikan—juga tidak dijalankan secara menyeluruh sesuai prosedur yang berlaku. Ian menjelaskan: “Ketika diantarkan di titik pengantaran itu ada organoleptik lagi. Ini baru ketika makanan jadi diuji organoleptik. Jadi selanjutnya ini ada yang kelewat.”

Atas serangkaian temuan pelanggaran tersebut, operasional SPPG Tempurejo resmi dihentikan sementara sambil menunggu keputusan resmi dari BGN Pusat. Namun, Ian memastikan distribusi MBG kepada sekolah-sekolah penerima manfaat tidak akan terganggu karena pasokan akan dialihkan ke SPPG lain.

“Yang pasti ditutup sementara, selanjutnya menunggu surat dari BGN Pusat,” pungkasnya.

Penyidikan dan investigasi lebih lanjut masih terus berlangsung. Satgas MBG Kota Kediri memastikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk memastikan tidak ada kejadian serupa di masa depan.

Insiden ini menyoroti pentingnya kepatuhan pada SOP di setiap tahap penyediaan makanan. Meskipun tidak ada korban yang memerlukan perawatan intensif, kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait. Distribusi makanan bergizi tetap berjalan, namun dengan pengawasan yang lebih ketat. Keputusan akhir dari BGN Pusat akan menentukan langkah selanjutnya dalam memastikan keamanan dan kualitas program MBG di Kediri.

Keracunan makananMakan Bergizi GratisKediriE. coliSatgas MBGBGNSOPSD Ketami

Komentar

Memuat komentar...