70 Tahun Hubungan Indonesia–Mongolia, Fokus Pariwisata
Gambar atau konten salah?
70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mongolia tiba di tahun 2026. Kedua negara menandai tonggak sejarah ini dengan harapan hubungan semakin erat, khususnya di bidang pariwisata dan budaya.
Di sektor perdagangan, total transaksi antara Indonesia dan Mongolia pada tahun 2025 mencapai USD 56 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Mongolia sebesar USD 49,5 juta, sementara impor dari Mongolia ke Indonesia bernilai USD 6,5 juta. Angka ini menunjukkan tren positif yang terus berlanjut.
Hubungan bilateral juga diperkaya oleh Pusat Kebudayaan Mongolia yang terletak di Tanjung Lesung, Banten. Pusat ini menjadi satu-satunya fasilitas budaya Mongolia di Asia Tenggara, dan menjadi simbol upaya mempererat hubungan diplomatik.
“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” ujar D. Enkhtaivan, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia.
Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono, menambahkan bahwa Mongolia dikenal sebagai bangsa dengan tradisi nomaden yang kuat serta kemampuan berkuda dan memanah yang melegenda sejak era Genghis Khan pada abad ke-13.
Pengunjung di Pandeglang, Banten dapat merasakan nuansa budaya Mongolia. Di kawasan tersebut, terdapat Ger—tenda tradisional Mongolia berbentuk melingkar yang menjadi tempat tinggal masyarakat nomaden. Interior tenda dihiasi ornamen etnik khas Mongolia dengan warna hangat dan ukiran tradisional.
Selain melihat, pengunjung juga dapat mencoba mengenakan pakaian tradisional Mongolia, mulai dari kostum panglima perang hingga busana kaisar dan ratu Mongol lengkap dengan singgasananya. Di area lain, tersedia arena memanah yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman seperti prajurit Mongol pada masa kejayaannya. Memanah merupakan salah satu kemampuan utama bangsa Mongol dalam ekspansi wilayah pada masa lampau.
Dengan adanya pusat kebudayaan dan fasilitas interaktif ini, Indonesia dan Mongolia menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan yang telah berlangsung selama tujuh dekade. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi pariwisata dan kerjasama ekonomi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
