70 Tahun Hubungan Indonesia–Mongolia, Fokus Pariwisata

Cahyo S. · 2 min baca · 21 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
70 Tahun Hubungan Indonesia–Mongolia, Fokus Pariwisata

Gambar atau konten salah?

70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mongolia tiba di tahun 2026. Kedua negara menandai tonggak sejarah ini dengan harapan hubungan semakin erat, khususnya di bidang pariwisata dan budaya.

Di sektor perdagangan, total transaksi antara Indonesia dan Mongolia pada tahun 2025 mencapai USD 56 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Mongolia sebesar USD 49,5 juta, sementara impor dari Mongolia ke Indonesia bernilai USD 6,5 juta. Angka ini menunjukkan tren positif yang terus berlanjut.

Hubungan bilateral juga diperkaya oleh Pusat Kebudayaan Mongolia yang terletak di Tanjung Lesung, Banten. Pusat ini menjadi satu-satunya fasilitas budaya Mongolia di Asia Tenggara, dan menjadi simbol upaya mempererat hubungan diplomatik.

“Tidak terasa, tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” ujar D. Enkhtaivan, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia.

Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, Setyono Djuandi Darmono, menambahkan bahwa Mongolia dikenal sebagai bangsa dengan tradisi nomaden yang kuat serta kemampuan berkuda dan memanah yang melegenda sejak era Genghis Khan pada abad ke-13.

Pengunjung di Pandeglang, Banten dapat merasakan nuansa budaya Mongolia. Di kawasan tersebut, terdapat Ger—tenda tradisional Mongolia berbentuk melingkar yang menjadi tempat tinggal masyarakat nomaden. Interior tenda dihiasi ornamen etnik khas Mongolia dengan warna hangat dan ukiran tradisional.

Selain melihat, pengunjung juga dapat mencoba mengenakan pakaian tradisional Mongolia, mulai dari kostum panglima perang hingga busana kaisar dan ratu Mongol lengkap dengan singgasananya. Di area lain, tersedia arena memanah yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman seperti prajurit Mongol pada masa kejayaannya. Memanah merupakan salah satu kemampuan utama bangsa Mongol dalam ekspansi wilayah pada masa lampau.

Dengan adanya pusat kebudayaan dan fasilitas interaktif ini, Indonesia dan Mongolia menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan yang telah berlangsung selama tujuh dekade. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi pariwisata dan kerjasama ekonomi di masa depan.

hubungan diplomatik 70 tahunIndonesia-MongoliapariwisatabudayaperdaganganPusat Kebudayaan Mongoliatradisi nomadenmemanah

Komentar

Memuat komentar...