13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Gambar atau konten salah?
Seorang peserta luka parah di wajah setelah ditanduk banteng saat mengikuti tradisi lari banteng dalam Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol, pada Sabtu lalu. Total 13 orang harus mendapat perawatan medis akibat insiden tersebut.
Acara yang digelar di jalanan kota itu melepaskan enam ekor banteng bersama sapi penggiring. Mereka berlari menyusuri lintasan sepanjang 875 meter yang dipadati ribuan peserta. Waktu tempuh menuju arena adu banteng hanya sekitar dua setengah menit.
Rumah Sakit Universitas Navarra menangani satu korban dengan luka tusuk di wajah akibat tanduk banteng. Sebanyak 12 peserta lainnya dirawat karena cedera benturan dan jatuh. Sepanjang lintasan berbatu, banyak pelari terjatuh setelah tersenggol hewan. Beberapa yang tersandung bahkan menyebabkan tumpukan manusia di tengah jalur.
Masalah bermula saat seekor banteng hitam terpisah dari kelompoknya di awal pelarian. Hewan itu menerjang kerumunan dan menghantam sisi wajah seorang pelari dengan tanduknya. Belum jelas apakah benturan itu yang menyebabkan luka tusuk pada korban. Dalam beberapa rekaman, terlihat sejumlah pelari tidak menyadari banteng sudah berada sangat dekat di belakang mereka.
Menariknya, tidak semua banteng bersikap agresif. Beberapa justru mendorong peserta yang menghalangi jalur agar bisa terus berlari. Mereka lebih memilih menerobos daripada menyeruduk.
Lari banteng pada Sabtu itu merupakan hari kelima dari rangkaian Festival San Fermin. Acara tahunan ini berlangsung selama delapan hari di wilayah utara Spanyol. Tahun ini, penyelenggaraan festival bertepatan dengan 100 tahun penerbitan novel The Sun Also Rises karya Ernest Hemingway. Novel tersebut berperan besar memperkenalkan tradisi San Fermin ke dunia internasional.
Korban meninggal terakhir dalam tradisi lari banteng tercatat pada 2009. Namun, insiden peserta tertanduk atau mengalami patah tulang masih sering terjadi. Banyaknya pelari pemula dan wisatawan asing yang ikut ambil bagian menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan. Tradisi ini tetap berisiko tinggi meski sudah berlangsung puluhan tahun.
Festival San Fermin sendiri sudah menjadi ikon budaya Spanyol. Namun, atraksi lari banteng selalu menuai perdebatan antara pelestarian tradisi dan keselamatan peserta. Angka cedera yang terus terjadi setiap tahun menunjukkan bahwa risiko tersebut belum bisa dihilangkan sepenuhnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
Embarkasi Tanpa Asrama Haji Pertama di Yogya
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
