80 Kamera Trap Cek Macan Tutul Jawa Pengawasan di Sukabumi

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
80 Kamera Trap Cek Macan Tutul Jawa Pengawasan di Sukabumi

Gambar atau konten salah?

Di Sukabumi, para peneliti penasaran bagaimana petugas dapat menempatkan 80 kamera trap untuk memantau keberadaan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Cikepuh dan Cibanteng. Pemasangan tidak dilakukan sembarangan, melainkan dengan strategi yang matang.

Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Iwan Setiawan, mengungkap rahasia di balik layar. Menurutnya, titik lokasi sangat menentukan keberhasilan menangkap visual sang kucing besar. Ia menekankan bahwa kamera dipasang tepat di jalur-jalur perlintasan yang sering dilalui, baik manusia maupun satwa lain, karena macan tutul cenderung menggunakan jalur yang sama untuk berburu atau berpindah tempat.

“Pemasangannya itu di jalur-jalur yang memang terbuka. Jalur orang lewat atau jalur kerbau, di situ kami pasang,” ungkap Iwan pada Kamis, 07 Mei 2026.

Selain memilih jalur, petugas juga memperhatikan ketinggian posisi kamera pada batang pohon. Ketinggian diatur sedemikian rupa agar sejajar dengan tinggi badan macan tutul. Dengan jarak sekitar 60 hingga 80 sentimeter dari dasar tanah, kamera dapat menangkap postur tubuh predator secara jelas saat melintas.

“Ketinggiannya sekitar 60 sampai 80 senti dari dasar tanah ke pohon. Posisi ini paling ideal untuk menangkap postur tubuh macan tutul secara jelas saat melintas,” tambahnya.

Karena lokasi pemasangan berada di jalur yang sering dilalui warga atau petani, petugas menambahkan tanda peringatan khusus pada setiap titik kamera. Hal ini bertujuan mencegah alat tersebut dirusak atau diambil oleh tangan-tangan jahil. Di setiap titik, petugas memasang kertas pengumuman yang telah dilaminasi sebagai bentuk peringatan resmi.

“Ada kertas perhatian yang kami laminating. Isinya peringatan bahwa di area tersebut sedang dilakukan pengawasan macan tutul dan alat tidak boleh diganggu. Ada warning-nya lah di situ,” tegas Iwan.

Dengan mekanisme pemasangan yang matang dan pengamanan informasi di lapangan, pihak BKSDA optimis data populasi yang terkumpul dalam dua bulan ke depan akan menjadi fondasi kuat bagi pelestarian Macan Tutul Jawa di Sukabumi.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor telah menancapkan gas dalam pendataan populasi macan tutul Jawa di Sukabumi. Sebanyak 80 unit kamera trap telah disebar di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil melalui kerja sama dengan lembaga konservasi Sintas untuk memperoleh data akurat mengenai jumlah predator puncak yang masih bertahan di habitat alaminya.

Penggunaan teknologi ini menandai upaya serius dalam menjaga keanekaragaman hayati. Data yang dikumpulkan akan membantu peneliti memahami pola pergerakan, habitat, dan jumlah populasi macan tutul, sehingga langkah-langkah konservasi dapat disesuaikan secara tepat. Dengan demikian, upaya pelestarian tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah yang konkret.

Macan Tutul JawaKamera TrapSukabumiCikepuhCibantengBKSDAKonservasi

Komentar

Memuat komentar...