91 Tahun, Yang Selesaikan Resident Requiem Tanpa Panduan

Ratna D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 98 dibaca
Bisik.id
91 Tahun, Yang Selesaikan Resident Requiem Tanpa Panduan

Gambar atau konten salah?

Di kota Jakarta, kabar tentang seorang pria berusia 91 tahun yang menamatkan Resident Evil Requiem tanpa panduan membuat banyak orang terkejut. Yang Binglin, yang dikenal di dunia maya sebagai Game Grandpa, menggunakan hanya pena, kertas, dan kesabaran untuk menaklukkan game horor terbaru dari Capcom.

Gambaran tersebut muncul dalam potongan video yang menunjukkan Yang membalik‑balik buku catatan. Catatan itu berisi sketsa peta buatan tangan dan solusi teka‑tki. Setiap petunjuk, perilaku musuh, dan tata letak peta ia tulis atau gambar secara manual. Video itu memicu rasa kagum sekaligus nostalgia di kalangan gamer di China dan di luar negeri.

Keberhasilan Yang menamatkan game ini tanpa bantuan eksternal dianggap sebagai pengingat akan masa lalu industri game, di mana kegigihan lebih utama daripada kolom pencarian. Sejak pensiun pada tahun 1996, Yang telah memainkan ratusan judul game, dengan minat khusus pada waralaba Resident Evil dan genre horor secara umum.

Ia bekerja sebagai insinyur riset minyak dan gas di Sichuan selama puluhan tahun sebelum pensiun. Setelah pensiun, ia menghabiskan waktu bermain game dengan gaya yang lambat dan terukur. Pendekatan ini membuatnya memiliki pengikut setia di Bilibili, platform video terkemuka di China. Penggemarnya menghargai ketekunan dan penguasaan permainan yang ia tunjukkan, bukan sekadar adu kecepatan atau tontonan semata.

Pada tahun 2024, saat berusia 88 tahun, Guinness World Records mengakui Yang sebagai streamer game pria tertua di dunia. Kini, pencapaiannya menamatkan Resident Evil Requiem tanpa bantuan panduan memicu diskusi lebih luas di internet mengenai ketekunan, usia, dan esensi bermain game di era modern.

Banyak netizen menganggap Yang sebagai bukti bahwa hobi bermain game tidak dibatasi oleh usia. Hal ini juga menunjukkan tren meningkatnya jumlah gamer lansia yang menemukan kedalaman narasi serta tantangan kognitif dalam judul‑judul game modern. Resident Evil Requiem dirilis bulan lalu dengan ulasan positif dan rekor penjualan. Game ini menuntut refleks dan manajemen sumber daya yang ketat dari pemainnya. Teka‑tki berlapis dan lingkungan yang mencekam menjadi tantangan tersendiri bagi penggemar berat sekalipun.

Bagaimana Yang menghadapi kompleksitas itu? Ia menyatakan bahwa segala sesuatu bisa dilewati seberat apa pun tantangannya, asalkan ada tekad yang kuat. Ia menulis di catatan: “Setiap rintangan hanyalah batu loncatan.”

Keberhasilan Yang menamatkan Resident Evil Requiem tanpa panduan menegaskan bahwa pengalaman bermain tidak selalu bergantung pada teknologi atau bantuan eksternal. Ketekunan, catatan manual, dan pemahaman mendalam tentang mekanik game dapat menjadi senjata yang cukup kuat. Ini juga mengingatkan para pemain muda bahwa kesabaran dan konsistensi tetap berharga di dunia game yang terus berubah.

Resident Evil RequiemYang BinglinGame GrandpaketekunanGuinness World RecordsBilibiligamer lansia

Komentar

Memuat komentar...