AALI Raih Laba 31% Berkat Harga CPO Naik 11% dan Produksi 6%
Gambar atau konten salah?
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyoroti bagaimana dinamika geopolitik memengaruhi industri kelapa sawit. Pada konferensi pers di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Rabu 15 April 2026, Presiden Direktur Djap Tet Fa mengungkapkan tantangan yang dihadapi perseroan, khususnya pada harga crude palm oil (CPO).
"Perseroan menghadapi berbagai tantangan struktural dan dinamika ekonomi yang mempengaruhi industri kelapa sawit, di antaranya adalah pergerakan harga minyak nabati naik. Fluktuasi nilai tukar mata uang asing, geopolitik, serta dinamika ekonomi global yang mempengaruhi semuanya," jelasnya.
Djap Tet Fa menjelaskan bahwa harga CPO CIF Rotterdam naik menjadi US$ 1 222 per ton pada tahun 2025, dibandingkan US$ 1 084 per ton pada 2024. Ia menambahkan bahwa pergerakan harga CPO dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang asing dan geopolitik global.
Ia juga menyoroti sisi positif dari kondisi tersebut. "Hal itu pun berdampak positif terhadap peningkatan harga jual CPO terhadap perseroan yang naik 11,1% dari Rp 12 883 per kilogram pada tahun 2025 menjadi Rp 14 316 per kilogram pada tahun 2025," ujarnya. Faktor supply dan demand global menjadi katalis utama yang mendorong pergerakan harga dan produksi minyak kelapa sawit beberapa tahun terakhir.
AALI mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 31%, mencapai Rp 28,7 triliun sepanjang tahun 2025. Perseroan juga mencatat peningkatan produksi CPO sebesar 6% year‑on‑year menjadi 1,2 juta ton.
Produksi kernel tumbuh 8% yoy menjadi 252 ribu ton. Volume penjualan CPO dan turunannya naik 13%, mencapai 1,8 juta ton.
Dengan kenaikan harga CPO dan peningkatan produksi, AALI berhasil menambah margin dan volume penjualan. Situasi ini menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan geopolitik, perusahaan dapat memanfaatkan dinamika pasar untuk memperkuat kinerjanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
