AdaKami dan UNS Gelar Edukasi Fintech Lending 101 di Surakarta
Gambar atau konten salah?
PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) dan Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar edukasi literasi keuangan digital bertajuk Fintech Lending 101: Understanding Responsible Digital Lending in Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada pemahaman mahasiswa tentang layanan pinjaman daring, yang sering disebut pindar, serta bagaimana teknologi dapat memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan berkontribusi pada ekosistem digital nasional.
Putra Pamungkas, Ph.D., kepala Fintech Center UNS, menekankan pentingnya sesi edukasi ini bagi mahasiswa. “Melalui sesi edukasi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih seimbang bahwa layanan keuangan digital dalam konteks pinjaman daring, harus dijalankan secara bertanggung jawab. Para mahasiswa kami harapkan juga dapat memahami peran penting pindar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya dikutip dari situs resmi AdaKami, 27 Maret 2026.
Selama acara pada 3 Maret, Fathan Faruqi, Content & Channel Manager AdaKami, menegaskan perlunya literasi keuangan digital di kalangan generasi muda. “Melalui program literasi keuangan digital regular, kami berharap mahasiswa dan generasi muda dapat memahami manfaat pindar secara luas dan pentingnya penggunaan layanan secara produktif dan bertanggung jawab. Sebagai generasi yang digital native, generasi muda saat ini mudah mengakses berbagai jenis layanan keuangan digital, sehingga kesadaran sejak dini akan manfaat, risiko, dan menjaga keamanan data pribadi menjadi sangat penting,” ungkapnya.
AdaKami juga mendukung inisiatif Road to Bulan Inklusi Keuangan 2025, program OJK untuk memperluas akses dan literasi keuangan masyarakat. Melalui kegiatan ini, perusahaan menegaskan komitmen untuk mendorong generasi muda agar lebih bijak mengelola keuangan di era digital sekaligus memahami manfaat, potensi, dan risiko layanan pindar.
Dengan menggabungkan pendidikan formal dan program literasi digital, kolaborasi ini menyoroti peran penting lembaga pendidikan dan perusahaan fintech dalam membangun pemahaman keuangan yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa dan generasi muda Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030
INDODAX Dorong Sertifikasi Wajib Influencer Kripto
Transaksi Kripto Mei 2026 Naik Tipis Jadi Rp23,01 Triliun
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Akses Saham Global 24 Jam
PAKD: Bursa Global Harus Tunduk pada Aturan Kripto RI
Bitcoin Terkoreksi Usai Sinyal Hawkish The Fed, Investor Diminta Waspada
