ADI Desak Reformasi Dosen Jadi Prioritas Nasional
Gambar atau konten salah?
Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) mendesak semua pihak—dari Presiden Prabowo, DPR RI, kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, media massa, pelaku usaha, hingga masyarakat luas—untuk menjadikan reformasi profesi dosen sebagai prioritas nasional. Bukan sekadar soal kesejahteraan, kata ADI, ini menyangkut masa depan daya saing Indonesia di tengah ekonomi berbasis pengetahuan, kecerdasan buatan, transformasi digital, dan revolusi industri.
Menurut ADI, tanpa penguatan perguruan tinggi dan dosen, visi Indonesia Emas 2045 sulit terwujud. Pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari sana. Organisasi ini menyoroti bagaimana negara-negara maju memperlakukan dosen sebagai aset strategis. Mereka mendapat kesejahteraan yang layak, jalur karier akademik yang jelas, pendanaan riset yang kuat, dan kebebasan akademik yang terjamin. Di Indonesia, banyak dosen justru bergulat dengan kesejahteraan yang belum memadai, dana penelitian yang terbatas, beban administrasi yang tinggi, dan pengembangan karier yang belum optimal.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat, 10 Juli 2026, ADI menyatakan bahwa berbagai kajian internasional menunjukkan negara yang berinvestasi pada pendidikan tinggi dan penguatan karier akademik memiliki produktivitas riset lebih tinggi, inovasi lebih kuat, kualitas sumber daya manusia lebih baik, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
ADI juga merujuk pada Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menegaskan bahwa penguatan profesi akademik adalah fondasi lahirnya inovasi dan daya saing nasional. Bank Dunia, kata ADI, menempatkan investasi pada pendidikan tinggi sebagai salah satu faktor utama pembangunan human capital yang menentukan produktivitas dan kemajuan ekonomi suatu negara. Indonesia, menurut ADI, tidak boleh tertinggal dalam memosisikan profesi dosen sebagai investasi strategis bangsa.
Ketua Umum ADI, Prof DSc (HC) Ir Mohammed Ali Berawi, MEng Sc, PhD, mengatakan bahwa bangsa yang maju selalu dimulai dari keberaniannya menghargai ilmu pengetahuan para pendidiknya. "Dosen bukan sekadar pengajar di ruang kuliah, tetapi penggerak lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan kepemimpinan bangsa. Apabila kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka reformasi profesi dosen harus menjadi agenda strategis nasional," jelasnya.
Prof Ali Berawi menambahkan, pembangunan nasional tidak hanya diukur dari besarnya investasi fisik, tetapi juga dari kualitas investasi terhadap sumber daya manusia. Penguatan profesi dosen, menurutnya, akan menimbulkan dampak berantai terhadap semua sektor pembangunan nasional. "Negara maju menunjukkan bahwa dengan memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, maka banyak inovasi dan riset berkualitas yang tercipta sehingga mampu mendukung daya saing industri dan bangsanya. Memberikan penghargaan yang layak bagi dosen merupakan cara menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul," ungkapnya.
ADI berharap Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada berbagai persoalan yang dihadapi dosen. Reformasi profesi dosen, kata mereka, harus menjadi bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dosen dengan kepastian karier dan dukungan akademik, menurut ADI, akan mampu menghasilkan penelitian lebih berkualitas, inovasi yang bermanfaat, dan mencetak lulusan yang adaptif terhadap perubahan global.
Intinya, ADI melihat dosen bukan sekadar pengajar di ruang kuliah. Mereka adalah penggerak lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, dan kepemimpinan bangsa. Pembangunan nasional tidak bisa hanya diukur dari besarnya investasi fisik, tetapi juga dari kualitas investasi terhadap sumber daya manusia. Penguatan profesi dosen, menurut mereka, akan menimbulkan efek domino ke semua sektor pembangunan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dekan UGM Sambut Mahasiswa Baru dari Keluarga Kurang Mampu
UM Buka Pendaftaran Mandiri Skor UTBK hingga 15 Juli 2026
ITS Buka Jalur Desain Khusus, Portofolio Jadi Penentu
Kelas Bisnis Online untuk Karyawan Tanpa Modal Besar
ITPLN Buka Jalur Rapor dan UTBK 2026, Lolos Langsung Magang di PLN
Sri Mulyani Uji Tesis Mahasiswa Ber-IPK 4,0
Berita Terbaru
ADI Desak Reformasi Dosen Jadi Prioritas Nasional
DJP Kirim 317 Ribu Email Imbauan Pembetulan SPT
IU Siapkan Album Baru Usai Drama
11 Tahanan Kabur dari Rutan Polres Kolaka Utara
Tanggul Lumpur Lapindo Bocor, Rel Kereta Terancam
Liburan Sekolah Mau Habis, Ini 12 Wisata Sehari
3 Resep Cilok Variasi: Klasik, Goang, Urat Kriwil
Truk ODOL Ancam Jalan Tol, Pelanggaran Capai 21%
