Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak

Ayu W. · 3 min baca · 58 menit lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak

Gambar atau konten salah?

Setahun sudah berlalu sejak Afni‑Syamsurizal memegang jabatan Bupati Siak bersama Wakilnya. Dalam satu tahun penuh, mereka menaruh fokus pada perbaikan BUMD dan pembangunan jalan ke pelosok desa.

Memimpin di Negeri Istana tidak mudah. Afni‑Syamsurizal harus menata kembali daerah yang diturunkan dengan utang terbesar dalam sejarah dan menghadapi tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pusat.

Meski begitu, pencapaian visi misi tetap berjalan. Sejak memulai masa jabatan, Afni‑Syamsurizal berhasil menurunkan harga eceran LPG 3 kg dari Rp 23 ribu menjadi Rp 21 ribu, memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Untuk menjaga roda pemerintahan, kedua pejabat tersebut menerapkan efisiensi anggaran perjalanan dinas dan birokrasi. Struktur organisasi pun disusun ulang menjadi lebih efektif dan efisien.

Perbaikan utama difokuskan pada BUMD, salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semua komisioner berganti menandai perubahan signifikan. PT Bumi Siak Pusako (BSP), perusahaan pelat merah, berhasil rebound dengan keuntungan Rp 100 miliar setelah sebelumnya mengalami kerugian.

Di kawasan industri KITB, yang semula tampak mati suri, kini berdenyut kembali. Peluncuran sektor industri galangan kapal membawa investasi ratusan miliar rupiah, menandai langkah strategis pemulihan ekonomi daerah.

Bagian paling berat bagi Afni‑Syamsurizal adalah mencicil utang tahun anggaran 2024. Ia berhasil membayar Rp 231.736.900.663,91 dari total utang Rp 326.945.724.215,41 yang diwariskan. Sisa utang masih sekitar Rp 95,2 miliar untuk kegiatan 2024, sementara beban utang di 2025 masih dalam penyelesaian, diperkirakan sekitar Rp 250 miliar.

“Pemkab Siak optimis bisa membayarkan utang ini dengan menerapkan disiplin fiskal dalam bentuk efisiensi dan peningkatan PAD,” kata Sekda Siak, Mahadar.

Berbagai langkah efisiensi dan rasionalisasi belanja dilakukan. Belanja yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dipangkas, perjalanan dinas dibatasi, belanja pegawai disesuaikan, dan PAD ditingkatkan melalui dorongan inovasi hingga tingkat Camat.

Kolaborasi pentahelix juga dilaksanakan, mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan CSR yang lebih terarah. Selain membenahi BUMD dan mencicil utang, pemenuhan visi misi tetap dilaksanakan.

Salah satu contoh penyelesaian konflik agraria adalah penyerahan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan skema kolaborasi multipihak. Selain itu, seragam gratis diserahkan kepada lebih dari 13 ribu siswa SD dan SMP, masing-masing dua pasang.

UMKM penjahit turut terlibat melalui pengadaan dua ribu lebih seragam gratis lewat Baznas Siak, menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.300 siswa penerima dari kalangan tidak mampu.

Afni‑Syamsurizal juga mendekatkan diri dengan publik melalui program rumah rakyat yang rutin digelar. Pemberian beasiswa PKH dan Non‑PKH, serta bantuan bagi Guru MDA, MDTW, Bansos untuk kelompok rentan, penyandang disabilitas, lansia, dan anak yatim, tetap berjalan meski APBD sempit.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan aspal terus bergerak. Jalan Sawit Permai‑Teluk Merbau diperpanjang 1,647 km, Jalan Siak‑Tumang 1,712 km, dan Jalan Poros Dusun Lubuk Miyam 1 km (aspal) serta 2,218 km (base). Total peningkatan jalan aspal mencapai 4,3 km menembus pelosok kampung.

Afni‑Syamsurizal juga berhasil menggaet pembiayaan infrastruktur non‑APBD, Inpres Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari dana APBN. Rekonstruksi Jalan Pinang Sebatang Barat‑Muara Kelantan sepanjang 1,195 km dalam bentuk rigid beton, dengan nilai lebih dari Rp 15 miliar, telah terlaksana.

Pemkab Siak juga melaksanakan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 152,30 km; pembangunan seminisasi jalan sepanjang 6.946,22 meter; dan pembangunan drainase sepanjang 2.696,73 meter.

Normalisasi dan restorasi sungai juga terlaksana sepanjang 77 km. Pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) SPAM dari APBD, serta pengembangan jaringan pipaan dan sambungan rumah SPAM sebanyak 498 SR dari APBN 2026, turut ditangani. Pembangunan rumah layak huni sebanyak 20 unit juga selesai.

Di sektor kesehatan, selain pelayanan kesehatan gratis, Pemkab Siak terus meningkatkan fasilitas. Pengadaan sarana dan prasarana di 17 Puskesmas, pembangunan 6 Pustu, dan pengembangan dua RSUD, menambah kualitas layanan kesehatan daerah.

Di sektor pertanian, bantuan alat-alat pertanian dari APBN berhasil diakses. Traktor roda 4 sebanyak 20 unit, combine harvester 2 unit, pompa air 69 unit, dan handsprayer 20 unit disalurkan. Selain itu, bantuan jalur irigasi pertanian senilai lebih Rp 70 miliar telah disetujui.

Di sektor perhubungan, Pemkab Siak menerima bantuan 4 unit bus DAMRI dari APBN, memungkinkan penambahan rute baru Tanjung Pal‑Mengkapan. Dengan demikian, hampir seluruh daerah 3T di wilayah Siak terlayani pelayanan publik bus DAMRI.

Selain itu, Pemkab Siak mengalokasikan kendaraan khusus angkutan sekolah istimewa untuk anak disabilitas Siak (ASIK), menambah akses transportasi bagi kelompok khusus.

“Ibu Bupati dan Bapak Wakil meminta seluruh jajaran Pemkab Siak tetap bekerja sungguh‑sungguh melayani rakyat Siak,” tutup Mahadar.

Secara keseluruhan, satu tahun kepemimpinan Afni‑Syamsurizal ditandai dengan upaya menata kembali utang, meningkatkan pendapatan daerah, memperbaiki infrastruktur, dan memperluas layanan sosial. Meskipun tantangan fiskal tetap berat, langkah-langkah efisiensi dan kolaborasi lintas sektor menunjukkan komitmen pemerintah kabupaten untuk terus melayani masyarakat Siak.

Afni‑SyamsurizalBupati SiakUtang DaerahBUMDInfrastruktur JalanPembangunan RumahProgram SosialPemberdayaan UMKM

Komentar

Memuat komentar...