Agro Lestari Dividen Rp 458 per Saham, Ganti Direktur
Gambar atau konten salah?
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 881,5 miliar atau Rp 458 per lembar saham. Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.
Sebelumnya, AALI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 236,7 miliar atau Rp 123 per lembar saham. Sisanya, yakni Rp 644,8 miliar atau Rp 335 per lembar saham, akan dibayarkan pada 13 May 2026.
“Total dividend kita per share itu Rp 458, itu sudah termasuk untuk interimnya Rp 123. Jadi finalnya harganya Rp 335,” ujar Direktur Astra Agro Lestari, Tingting Sukowignjo dalam konferensi pers di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Rabu, 15 April 2026.
AALI mencatat kinerja menengah sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 31% menjadi Rp 28,7 triliun. Laba bersih perseroan juga naik 28% menjadi Rp 1,4 triliun sepanjang tahun 2025.
Keberhasilan ini didukung oleh peningkatan produksi CPO sebesar 6% yoy menjadi 1,2 juta ton. Produksi kernel tumbuh 8% yoy menjadi 252 ribu ton. Volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton.
Faktor pasokan dan permintaan menjadi katalis utama sektor komoditas. Ketatnya pasokan CPO mendorong harga jual rata-rata naik 11% yoy, dari Rp 12.883 per kilogram menjadi Rp 14.316 per kilogram pada 2025.
“Hal itu pun berdampak positif terhadap peningkatan harga jual CPO terhadap perseroan yang naik 11,1% dari Rp 12.883 per kilogram pada tahun 2025 menjadi Rp 14.316 per kilogram pada tahun 2025,” tambah Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Djap Tet Fa.
Selain pembagian dividen, AALI juga mengumumkan penunjukan direktur baru. Pemegang saham menyepakati penunjukan Muhammad Guruh sebagai Direktur Astra Agro Lestari. Ia menggantikan Eko Prasetyo, yang mengundurkan diri pada 6 March 2026.
“Bapak Muhammad Guruh ditunjuk untuk menggantikan Bapak Eko Prasetyo selaku Direksi Perseroan yang telah memasuki masa pensiun,” jelas Media and Public Relations Manager Astra Agro Lestari, Mochamad Husni.
Dengan dividend yang sudah termasuk interim, investor dapat menghitung total return per saham. Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih menandakan kinerja yang stabil. Penunjukan direktur baru menegaskan komitmen perusahaan terhadap kontinuitas dan pertumbuhan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Hadiri Pertemuan Investor Global, Kuatkan Pasar Modal
Purbaya Jelaskan Defisit APBN 3% di Pertemuan S&P Jakarta
AS Pasang Tarif 10% pada Impor Indonesia, Pemerintah Menelaah
BEI: Indonesia Tetap Emerging Market, Batal Rumor Frontier
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Rumor Pengunduran Purbaya Yudhi Sadewa, Reshuffle Kabinet?
Berita Terbaru
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
