Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa Digital

Putri N. · 2 min baca · 23 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Ahmad Riza Patria Ajak Mahasiswa Bangun Desa Digital

Gambar atau konten salah?

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk aktif membangun desa dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Ajakan tersebut disampaikan pada Senin, 11 Mei 2026 saat seminar pembangunan pedesaan di Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Dalam pernyataannya, Ahmad Riza menegaskan bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus dimulai dari desa. Ia menilai setiap elemen kampus—mahasiswa, dosen, fakultas, dan seluruh institusi perguruan tinggi—memiliki tanggung jawab untuk memajukan desa. “Harapan bapak presiden, semua warga bangsa ikut membangun desa. Bangunkan desa agar menjadi maju dan mandiri. Karena itu ayo semua kembali ke desa dan bangun desa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kembali ke desa tidak berarti semua orang harus tinggal di sana. Namun, lulusan perguruan tinggi diharapkan tetap menjaga kepedulian terhadap pembangunan desa melalui ilmu dan teknologi yang mereka miliki.

Menurut Ahmad Riza, saat ini masih terdapat tiga persoalan utama yang dihadapi desa:

  • kualitas sumber daya manusia
  • infrastruktur yang belum memadai
  • keterbatasan pembiayaan pembangunan

“Kita dapat mengatasi masalah desa dengan cara meningkatkan potensi desa dan mengatasi berbagai masalah desa,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama hadir Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, yang menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan kemiskinan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Budiman menjelaskan bahwa kemiskinan saat ini tidak hanya dipicu oleh persoalan klasik seperti minimnya lapangan pekerjaan, keterbatasan lahan pertanian, dan sulitnya akses permodalan, tetapi juga akibat disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat. “Jangan sampai lahir kaum miskin baru dari kalangan terdidik. Jangan sampai muncul pengangguran baru yang terdidik karena ilmunya tidak mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penguasaan teknologi digital dan AI harus menjadi kemampuan tambahan generasi muda agar mampu bersaing di masa depan sekaligus menjadi solusi pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan.

Head of IT 0320 Cyberspirit, Ahmad Faizi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan sistem keamanan digital berbasis teknologi pasca kuantum untuk menghadapi ancaman siber di masa depan. Menurut Faizi, teknologi tersebut telah diterapkan dalam aplikasi komunikasi bernama Pena Messenger yang kini sudah tersedia di platform iOS.

“Kami sudah membangun dua sistem enkripsi pasca kuantum di Pena Messenger. Pertama adalah post quantum cryptography yang digunakan untuk pengamanan data dan transaksi digital, kemudian post quantum cyber crystal untuk mengantisipasi serangan siber di era quantum computing,” ujarnya.

Faizi menambahkan bahwa konsep utama teknologi pasca kuantum bukan hanya soal keamanan, tetapi juga efisiensi penggunaan infrastruktur dan energi digital di masa depan. “Tujuan utama teknologi pasca kuantum sesungguhnya adalah efisiensi besar-besaran. Ketika efisiensi itu tercapai, di situlah transformasi teknologi quantum benar-benar terjadi,” pungkasnya.

Seminar ini menyoroti peran penting mahasiswa, teknologi, dan kebijakan publik dalam memajukan desa. Dengan menggabungkan ilmu, teknologi, dan kepedulian sosial, upaya pembangunan desa dapat lebih terarah dan berkelanjutan.

Pembangunan desateknologi digitalkecerdasan buatankeamanan siber pasca kuantumpengentasan kemiskinanmahasiswa dan civitas akademikaPena Messenger

Komentar

Memuat komentar...