AHY Buka Sinode GPI, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Gambar atau konten salah?
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir membuka Sinode Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Acara berlangsung di Gedung Rajawali pada Jumat, 03 Juli 2026.
AHY tiba dan disambut hangat oleh pengurus gereja serta jemaat yang hadir. Beberapa kepala daerah juga terlihat mengikuti rangkaian acara tersebut. Dalam sambutannya, AHY menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jemaat.
"Tidak perlu diperdebatkan nilai-nilai nasionalisme, kebangsaan maupun religi. Sebuah kebaikan tidak perlu dicari perbedaannya tapi carilah persamaan," ujar AHY.
Ia juga menyoroti berbagai masalah yang rumit, baik konflik perang di berbagai belahan dunia maupun persoalan di Indonesia. Menurut AHY, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kekompakan dan kerja sama untuk membangun bangsa.
"Dengan kompleksitas permasalahan yang tidak sederhana, sehingga dibutuhkan kesolidan, sinergi dan kolaborasi," tambahnya.
Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pemerintah pusat maupun daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun negara. Semua elemen masyarakat harus dirangkul demi menjaga persatuan dan kesatuan.
"Semua harus dirangkul termasuk dunia kampus, bisnis, industri, komunitas, masyarakat sipil dan media. Lalu ada Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) yang hadir ditengah masyarakat sebagai pembawa damai," pungkasnya.
Ketua Umum Sinode GPI, Pdt Dr HM Siburian, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Menko AHY. Ia menyebut kedatangan AHY memberi suasana baru dan menjadi catatan sejarah bagi gereja mereka.
"Kehadiran Bapak Menko AHY memberikan suasana baru dan memberikan sejarah bagi gereja kita. Ini bukan kebetulan, tentu sudah rencana Tuhan," kata Pdt HM Siburian.
Sinode GPI 2026 mengangkat subtema kompleksitas global. Dalam acara ini ditekankan bahwa pembangunan negara tidak bisa lepas dari peran gereja dalam membangun bangsa.
Pesan AHY tentang mencari persamaan di tengah perbedaan menjadi inti dari pertemuan ini. Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam perdebatan yang memecah belah, melainkan fokus pada tujuan bersama. Kehadiran tokoh nasional di acara keagamaan seperti ini menunjukkan bagaimana pemerintah dan institusi gereja bisa saling mendukung. GPI sendiri dipandang sebagai salah satu elemen yang bisa berperan sebagai pembawa perdamaian di tengah masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
