AIC Singapura-HK: 6.000 Investor, 3.000 Pertemuan, Tinjau Makro
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Forum UBS Asian Investment Conference (AIC) digelar di Singapura dan Hong Kong, menampung lebih dari 6.000 investor global dan memfasilitasi lebih dari 3.000 pertemuan antara perusahaan publik, swasta, dan investor. Acara ini menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan tren makro, perdagangan global, komoditas, serta perubahan kebijakan.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa pasar obligasi pemerintah tetap tangguh meski volatilitas global. Ia menyatakan, “Bahkan di tengah volatilitas global, pasar obligasi pemerintah Indonesia tetap tangguh, didukung oleh kredibilitas kebijakan dan basis investor domestik yang stabil. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber), guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas makroekonomi,” dalam
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
