Air Langka: Krisis di Jordan, Meksiko, Chile, Yaman, Saudi

Bima J. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Air Langka: Krisis di Jordan, Meksiko, Chile, Yaman, Saudi

Gambar atau konten salah?

Air sering dianggap kebutuhan paling sederhana dalam kehidupan sehari‑hari. Namun, di beberapa negara, air menjadi harta yang sangat berharga karena sulit didapatkan. Air tidak selalu mengalir setiap hari, sehingga kebiasaan makan, minum, dan kegiatan rumah tangga lainnya ikut berubah. Banyak penduduk harus menunggu jadwal tertentu atau menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan beberapa liter air.

Artikel ini diterbitkan pada 27 Maret 2026. Berikut lima negara yang mengalami krisis air yang serius.

Jordan menjadi salah satu contoh paling nyata. Di banyak wilayah, air tidak mengalir setiap hari, melainkan dijadwalkan pada waktu tertentu. Warga harus menunggu giliran, seperti menunggu layanan yang tidak selalu pasti. Di ibu kota Amman, hampir setiap rumah memiliki tangki air di atap untuk menyimpan pasokan ketika air akhirnya mengalir, mulai dari minum hingga kebutuhan masak. Begitu keran mulai menetes, warga langsung menampung air di berbagai wadah. Di daerah pedesaan, kondisi lebih sulit karena sebagian warga bergantung pada truk pengangkut air.

Mexico, khususnya Mexico City, terkenal dengan makanan kaki lima seperti taco dan quesadilla. Namun, kota besar ini juga menghadapi krisis air karena penggunaan air tanah yang berlebihan selama puluhan tahun. Tanah di beberapa wilayah terus menurun karena cadangan air di bawah permukaan terus disedot. Banyak rumah tangga akhirnya bergantung pada tangki air di atap rumah dan mengisi air setiap kali aliran air muncul. Sebagian warga bahkan harus membeli air dari truk pengantar. Bagi penduduk di sekitar kota, kondisi ini lebih berat karena saluran irigasi sering mengering, membuat pertanian sulit dilakukan.

Chile dikenal memiliki salah satu wilayah paling kering di dunia, yaitu Gurun Atacama. Di kawasan ini, hujan hampir tidak pernah turun dan sumber air sangat terbatas. Warga di beberapa daerah harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih untuk masak dan dikonsumsi. Petani juga menghadapi kesulitan besar karena tanah sangat kering dan sulit ditanami. Selain itu, kebutuhan air untuk kegiatan pertambangan sering memicu konflik dengan masyarakat setempat. Meskipun Chile relatif maju, kondisi geografis dan iklim membuat krisis air tetap sulit diatasi. Di beberapa wilayah, hujan bahkan tidak turun selama bertahun‑tahun, sehingga air diperlakukan seperti harta karun yang sangat berharga.

Yemen menghadapi krisis air yang cukup parah selama beberapa tahun terakhir. Kombinasi konflik berkepanjangan, berkurangnya curah hujan, dan penggunaan air tanah yang berlebihan membuat kondisi semakin sulit. Di banyak wilayah, air tidak selalu tersedia setiap hari. Warga harus mengambil air dari sumur yang jaraknya cukup jauh atau menunggu pasokan air datang. Di ibu kota Sana'a, cadangan air tanah terus menurun karena penggunaan yang tidak seimbang dengan pengisian alami. Sementara di daerah pedesaan, banyak lahan pertanian gagal panen karena kekurangan air.

Arab Saudi sangat bergantung pada sumber air terbatas. Negara ini hampir tidak memiliki sungai atau danau alami, sehingga harus memanfaatkan air tanah yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Pemerintah Arab Saudi juga mengandalkan teknologi penyulingan air laut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kota‑kota besar seperti Riyadh dan Jeddah sangat bergantung pada sistem tersebut agar air tetap tersedia. Sektor pertanian juga membutuhkan air dalam jumlah besar, terutama untuk menanam gandum dan tanaman lainnya di tengah kondisi gurun. Penggunaan air yang sangat tinggi membuat cadangan air terus berkurang.

Kelima contoh ini menunjukkan bahwa air, meski tampak sederhana, dapat menjadi sumber krisis ketika pasokan terbatas. Di setiap negara, cara masyarakat mengelola dan mengakses air berbeda, tetapi semua menghadapi tantangan serupa: kebutuhan akan air yang terus meningkat, sumber yang menipis, dan solusi yang belum cukup memadai. Dengan kondisi ini, penting bagi setiap negara untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan air dan mencari cara berkelanjutan agar kebutuhan dasar tetap terjamin.

krisis airJordanMexico CityChileYemenArab Saudipengelolaan air

Komentar

Memuat komentar...