Aldi's Burger Cempaka Putih: Antrean Panjang & Air Semprotan
Gambar atau konten salah?
Aldi Taher kembali menjadi sorotan publik setelah membuka gerai burger bernama Aldi's Burger di Cempaka Putih. Gerai ini menarik banyak pelanggan, bahkan sampai menciptakan antrean panjang yang meluas hingga 10 sampai 20 meter pada 5 April 2024.
Promosi unik menjadi kunci popularitasnya. Dalam satu postingan, Aldi Taher mempromosikan burgernya dengan jargon, "Aldi's Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya juicy luicy feast hindia mahalini rizky febian bisa pesan online." Ia juga aktif menulis komentar di platform Threads, menambah daya tarik bagi para netizen.
Seorang warga setempat, yang tidak disebutkan namanya, mengekspresikan rasa risih ketika melihat keramaian. Dalam sebuah video yang diunggah ke TikTok @officialinerws, terlihat warga tersebut menyemprotkan air menggunakan selang dari dalam rumah ke arah antrean pelanggan. Air tersebut mengenai beberapa orang yang sedang menunggu giliran, sementara yang lain menggunakan payung untuk menghindarinya.
Walaupun semprotan air menambah ketegangan, pelanggan tetap berdiri di sekitar jalan perumahan. Beberapa menyesuaikan posisi sedikit agar tidak terkena air, sementara yang lain tetap menunggu, tampak tidak mau kehilangan tempat dalam antrean. Pihak Aldi Taher belum memberikan konfirmasi apapun terkait insiden tersebut, dan gerai tetap ramai dikunjungi.
Reaksi netizen beragam. Seorang pengguna media sosial mengomentari, "Bentar lagi tutup itu dengan alasan terlalu ramai." Sementara yang lain menambahkan, "penyakit hati susah sembuh gaes." Ada juga yang berpendapat, "Kayaknya itu lagi nyiram tanaman deh.." Sebuah komentar lain menyarankan sistem antrean yang lebih teratur: "sebaiknya pihak Aldi's Burger memberi kupon antrean lalu melakukan panggilan sesuai nomor antrean, sehingga pembeli tidak perlu baris seperti itu."
Seorang netizen yang berada di lokasi saat kejadian berbagi pandangannya: "Alhamdulillah jadi adem pas disiram, tapi emang kasihan sih warga setempat karna terganggu dengan keramean dan parkir sembarangan. Wajar kalo sampe marah karena dari pagi - sore ramainya. Semoga Aldi Taher bikin cabang lain dan bisa kasih sistem yang jelas." (aqr/adr)
Gerai ini masih menjadi tujuan utama bagi pecinta burger di daerah tersebut. Meskipun terjadi insiden kecil, pelanggan tetap menunjukkan kesabaran dan ketertarikan terhadap menu yang dipromosikan. Pihak pengelola belum merespons secara resmi, sehingga ketidakpastian masih berlanjut.
Situasi ini menyoroti bagaimana strategi pemasaran yang kreatif dapat menarik perhatian publik, sekaligus menimbulkan tantangan dalam manajemen keramaian. Pengalaman ini juga mengingatkan pentingnya sistem antrean yang terorganisir agar pelanggan dan warga sekitar tidak terganggu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
