Ali Imron 54, RT, Konsumsi 15 Kelapa Sehari Setiap Hari

Sari D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Ali Imron 54, RT, Konsumsi 15 Kelapa Sehari Setiap Hari

Gambar atau konten salah?

Ali Imron, 54 tahun dan ketua RT di Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, baru saja menjadi sorotan media sosial karena kebiasaan makan yang sangat berbeda. Ia mengaku tidak bisa mengonsumsi apapun tanpa disertai daging kelapa tua.

Menurut Imron, kelapa bukan sekadar camilan bagi dirinya. Ia menjadikan kelapa sebagai makanan utama yang harus tersedia setiap hari. Dalam sebulan, ia menghabiskan sekitar 15 butir kelapa untuk memenuhi kebiasaan yang sudah dijalani sejak kecil.

“Usia sekitar 3 tahun mulai menyukai kelapa. Orang tua kaget, untungnya di kampung ini banyak pohon kelapa sehingga tidak susah mencari kelapa,” terangnya kepada wartawan di rumahnya, Jumat (15/5/2026). Ia memulai kebiasaannya pada usia tiga tahun, ketika ia mulai mengunyah daging kelapa muda dengan penuh rasa ingin tahu.

Awalnya orang tua merasa heran, namun seiring waktu mereka mendukung karena kebiasaan tersebut dianggap unik dan tidak merepotkan. Imron menambahkan, “Akhirnya saya sendiri suka ngemil kelapa. Kelanjutannya jadi kebiasaan, mungkin ibu saya saat mengandung ngidam kelapa, saya tidak tahu,” ujarnya sambil berkelakar.

Kelapa menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kali makan. Ia mengaku tidak bisa menelan nasi tanpa kelapa. “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” kata Imron di kediamannya, Jumat (15/5/2026). Ia bahkan pernah mengganti nasi sepenuhnya dengan kelapa selama satu hingga dua hari berturut-turut, menegaskan bahwa nasi hanyalah pelengkap.

“Setiap sendok nasi hanya sekunder, yang primer kelapa ini,” imbuhnya. Menurutnya, setiap sendok nasi hanyalah sekunder, sementara kelapa tetap menjadi menu utama.

Dalam satu hari, ia biasanya menghabiskan setengah butir kelapa, sehingga totalnya mencapai 15 butir dalam sebulan. Saat masih remaja, ia terbiasa berburu kelapa muda bersama teman-temannya saat ronda malam. “Satu tandan kelapa muda, paling teman-teman makan setengahnya sudah ogah karena takut kremien (cacingan), untung bagi saya bisa saya habiskan sisanya,” ungkapnya.

Kebiasaan unik ini sudah diketahui oleh istri, Lestari, 52 tahun, sejak keduanya masih berpacaran. Meski sempat kaget, Lestari akhirnya menerima kebiasaan suaminya. “Sejak pacaran sudah kayak gitu. Alhamdulillah tidak pernah sakit karena kelapa,” terangnya kepada wartawan di rumahnya, Jumat (15/5/2026).

Selama menikah, Lestari selalu menyiapkan kelapa setiap kali makan. Ia rutin membeli kelapa khusus untuk suaminya. “Setiap kali makan pakai kelapa, kadang diparut, kadang dikunyah langsung. Pasti harus ada kelapanya, kalau tidak ya tidak mau makan,” jelasnya.

Dr. Pudji Umbaran, direktur RSUD Jombang, menilai kebiasaan Imron tidak termasuk kelainan, melainkan pola makan yang sudah terbentuk sejak lama. Menurutnya, konsumsi kelapa justru dapat berdampak baik selama kebutuhan gizi lainnya tetap terpenuhi. “Karena santan (kelapa) yang fresh juga baik untuk tubuh karena kandungan gizinya juga baik untuk tubuh. Termasuk kandungan kolesterolnya jenis yang jinak (HDL). Sehingga juga baik untuk kesehatan tubuh,” jelasnya kepada detikJatim, Jumat (15/5/2026).

Dr. Pudji mengingatkan agar Imron tetap mengonsumsi kelapa yang bersih dan segar supaya tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Ia menilai kebiasaan tersebut masih aman selama pola makan lainnya tetap dijaga. “Jadi, kebiasaan tersebut masih dalam batas normal dengan catatan kelapanya bersih dan segar, serta kebutuhan makanan lainnya juga dicukupi,” tandasnya.

Kasus Ali Imron menyoroti bagaimana kebiasaan sederhana dapat menjadi sorotan publik ketika diangkat ke media sosial. Meskipun terlihat aneh bagi sebagian orang, kebiasaan ini tetap berada dalam batas normal menurut tenaga medis, asalkan pola makan lainnya tidak terganggu. Kebiasaan unik ini juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh lingkungan dan kebiasaan keluarga dalam membentuk pola makan seseorang sejak usia dini.

Ali Imronkelapakebiasaan makanRT MojongapitJombangsantanHDL

Komentar

Memuat komentar...