Alokasi Rp 1,686 Triliun untuk 18,215 Proposal Riset 2026

Endah K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Alokasi Rp 1,686 Triliun untuk 18,215 Proposal Riset 2026

Gambar atau konten salah?

18.215 proposal riset berhasil mendapatkan dana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada tahun anggaran 2026. Total alokasi mencapai Rp 1,6868 triliun. Dari 104.546 usulan yang masuk, 9 program dipilih untuk pendanaan.

Pada 20 April 2024, penerima pendanaan dari empat program menandatangani kontrak di Graha Diktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat. Keempat program tersebut adalah: Program Hilirisasi Riset Prioritas, Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), dan Program Inovasi Seni Nusantara.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan bahwa kerja para dosen dan peneliti diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menambahkan, “Saya kira tidak ada ekosistem yang sekuat ini dalam rangka untuk mengatasi persoalan‑persoalan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, mindset, cara berpikir yang hanya untuk kepentingan pribadi harus ditanggalkan,” ucapnya membuka penandatanganan.

“Ditunggu karya besarnya, gerakan sentrifugalnya. Ditunggu untuk dapat memancarkan manfaat pada masyarakat. Kita menangani ini dengan cara‑cara serius dan kita berharap hasilnya pun juga akan melahirkan produk‑produk yang serius,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan bahwa dana Rp 1,7 triliun bukan keseluruhan dana riset nasional tahun 2026, melainkan alokasi khusus untuk sembilan program pengembangan risbang yang telah dibuka oleh APBN. Ia menambahkan bahwa penerima pendanaan tersebar di delapan bidang fokus riset, sesuai dengan Bidang Industri Strategis Nasional yang diperkenalkan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

Bidang‑bidang tersebut meliputi hilirisasi dan industrialisasi, pangan, kesehatan, rekayasa keteknikan, transportasi, energi, maritim, serta pertahanan dan keamanan. Fauzan menekankan bahwa bidang sosial humaniora melekat pada semua prioritas tersebut. Ia berkata, “Misalkan saja hilirisasi dan industrialisasi. Yang penting di sana itu tidak semua yang berbau teknis hilirisasi ini. Ada terkait hukum, keekonomian; lebih penting lagi, bagaimana bisnis, pendidikan juga, bagaimana masyarakat bisa mengadopsi‑misalkan, hasil‑hasil teknologi yang kita kembangkan, diindustrialisasi, menjadi penting,” terangnya pada kesempatan yang sama.

Berikut rincian pendanaan per program:

  • Penelitian: 13.028 proposal, dana Rp 1,0435 triliun
  • Pengabdian kepada Masyarakat: 3.328 proposal, dana Rp 167,2 miliar
  • Hilirisasi Riset Prioritas: 925 proposal, dana Rp 318,1 miliar
  • Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB): 102 proposal, dana Rp 62,4 miliar
  • Inovasi Seni Nusantara: 244 proposal, dana Rp 17,5 miliar
  • Pengujian Model dan Prototipe: 354 proposal, dana Rp 46,0 miliar
  • Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI‑PT): 17 proposal, dana Rp 7,9 miliar
  • PHC Nusantara: 15 proposal, dana Rp 2,2 miliar
  • Mahasiswa Berdampak: 202 proposal, dana Rp 22,0 miliar

Jumlah total pendanaan mencapai 18.215 proposal dan Rp 1,6868 triliun.

Berikut sebaran penerima pendanaan berdasarkan bidang fokus Rencana Induk Riset Nasional (RIRN):

  • Sosial humaniora: 38,36 % (6.819 proposal)
  • Kesehatan: 20,89 % (3.713 proposal)
  • Pangan: 17,01 % (3.023 proposal)
  • Rekayasa keteknikan: 14,86 % (2.642 proposal)
  • Transportasi: 1,23 % (218 proposal)
  • Energi: 4,71 % (837 proposal)
  • Maritim: 2,38 % (423 proposal)
  • Pertahanan dan keamanan: 0,57 % (102 proposal)

Dan sebaran berdasarkan bidang fokus Industri Strategis Nasional:

  • Kesehatan: 26,71 % (4.346 proposal)
  • Pangan: 25,15 % (4.091 proposal)
  • Hilirisasi dan industrialisasi: 15,74 % (2.561 proposal)
  • Digitalisasi: AI dan semikonduktor: 15,50 % (2.521 proposal)
  • Energi: 6,78 % (1.103 proposal)
  • Material dan manufaktur maju: 4,52 % (735 proposal)
  • Maritim: 3,58 % (583 proposal)
  • Pertahanan: 2,02 % (329 proposal)

Dengan alokasi dana yang signifikan, pemerintah berharap riset dan inovasi yang dihasilkan dapat menyelesaikan masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program-program ini diharapkan menghasilkan produk dan solusi yang dapat langsung diterapkan di lapangan, memperkuat posisi Indonesia dalam bidang sains, teknologi, dan industri.

Riset NasionalKemdiktisaintekDana TriliunProgram HilirisasiInovasi Seni NusantaraBidang Industri StrategisPengabdian Masyarakat

Komentar

Memuat komentar...