Ambar Ojek Online Surabaya Viral lewat Konten Bahasa Inggris
Gambar atau konten salah?
Ambar Wanto (45) menjadi sorotan warga internet setelah rutin membuat konten berbahasa Inggris di sela menunggu penumpang. Seorang driver ojek online di Surabaya, ia memanfaatkan waktu luang di jalan untuk melatih kemampuan bahasa Inggrisnya.
Ia merekam proses belajar tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial. Kebiasaan itu ia lakukan secara konsisten, meski jadwalnya padat. Konten sederhana namun menarik perhatian publik.
Menurutnya, awalnya belajar bahasa Inggris dimaksudkan agar dapat memberi contoh kepada anaknya yang masih duduk di bangku SMP.
"Awalnya itu ya memotivasi anak saya. Soalnya saya nyuruh-nyuruh belajar, tapi saya sendiri kan enggak belajar. Akhirnya saya juga ikut belajar, jadi bisa belajar (Bahasa Inggris) bareng," kata Ambar saat ditemui, Rabu 06 Mei 2026.
Dari situ, kebiasaan merekam diri saat berlatih bahasa Inggris mulai tumbuh. Konten-konten sederhana itu ia buat di sela menunggu penumpang, saat jalanan lengang, atau ketika tak ada order masuk.
“Kalau saya sambil ngonten itu kan saya juga mantau kemampuan saya sendiri,” ujarnya.
Belajar bahasa Inggris sebenarnya bukan hal baru bagi Ambar. Ketertarikannya sudah muncul sejak lama, terutama sejak mulai menjadi ojol pada 2018. Saat itu, ia kerap bertemu penumpang asing, tetapi tak cukup percaya diri untuk membuka percakapan.
Ia paham apa yang ingin disampaikan penumpangnya, tetapi sering kali ragu untuk merespons. Rasa minder itulah yang perlahan ia lawan.
"Intinya kan kalau komunikasi itu saya mengerti maksud dia (bule), dia juga mengerti maksud saya," tuturnya.
Keinginan itu sempat membawanya belajar di Rumah Bahasa Surabaya, program milik Pemerintah Kota Surabaya yang membuka kelas bahasa asing gratis. Ambar mengambil kelas khusus untuk pengemudi ojol dan akhirnya ia mulai berani melafalkan percakapan dasar berbahasa Inggris.
Berbekal ponsel, Ambar menekuni pembelajaran secara otodidak. Ia mengandalkan Google Translate, video di media sosial, hingga percakapan sehari‑hari yang ia “Inggriskan” sendiri di kepala.
Saat menunggu order, pria asal Pacitan itu membiasakan diri menyebut benda‑benda di sekitar dalam bahasa Inggris, melatih kalimat, lalu mengucapkannya keras‑keras. Dari kebiasaan kecil itulah keberaniannya tumbuh perlahan.
"Enggak usah takut. Dulu waktu pertama ketemu bule, saya mikir harus gini, harus gini, akhirnya kelamaan malah enggak ngomong. Sekarang langsung aja," katanya.
Belajar pun tak ia jalani sendirian. Kini Ambar bergabung dengan komunitas English Conversation Club (ECC) di Surabaya. Setiap Rabu, jika tubuhnya tak terlalu lelah usai menarik penumpang seharian, ia menyempatkan datang untuk berlatih bersama.
Di antara anggota lain yang mayoritas anak muda, Ambar kerap menjadi peserta paling “senior”. Namun usia tak pernah membuatnya surut. Ia tetap datang, duduk melingkar, lalu belajar bersama dengan semangat yang sama.
Keberanian itu pula yang membuat Ambar mantap mengunggah video‑videonya ke media sosial. Respons yang datang di luar dugaan. Tak sedikit warganet memberi masukan, membetulkan pelafalan, hingga menyemangatinya untuk terus belajar. Beberapa pesan bahkan datang dari luar negeri. Ada yang menyapa dari Australia, Belanda, hingga mahasiswa Indonesia yang tinggal di luar negeri.
"Sejak video saya ada yang viral itu banyak DM yang masuk dari orang-orang luar. Dosen-dosen, mahasiswa, akademisi juga banyak yang memberi dukungan dan saran," urai Ambar haru.
Baginya, itu menjadi bukti bahwa media sosial tak melulu soal hiburan. Jika dipakai dengan tepat, ruang digital juga bisa menjadi tempat belajar dan mencari kesempatan baru.
"Saya baru sadar ternyata media sosial jangkauannya luas banget. Ya siapa tahu nasib bisa berubah (lewat ngonten dan belajar Bahasa Inggris). Kita kan gak selamanya ngojek, ya kalau ada peluang kenapa enggak," ucapnya saat ditanya apakah akan terus menekuni sebagai pembuat konten?
Sepanjang 2026, Ambar sudah berkolaborasi dengan beberapa influencer ternama, seperti @londokampung dan @fabionotttet. Ia menyebut akun Instagram miliknya, @mas_ambar88 dan @ambarwanto_, masih akan dipenuhi kreasi video berbahasa Inggris lainnya.
Ambar menunjukkan bahwa belajar bahasa asing tidak harus memerlukan biaya besar atau waktu yang terikat. Dengan konsistensi, rekaman diri, dan dukungan komunitas, seorang pengemudi ojol dapat menembus dunia digital dan membuka pintu peluang yang lebih luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Berita Terbaru
Busan: Tujuh Tempat Wisata Wajib bagi Para Turis 2026
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
