Andi Koran 62, Loper Koran, Akhirnya Menunaikan Haji
Gambar atau konten salah?
Handi (62), yang dikenal di sekitar Magelang sebagai Andi Koran, akhirnya dapat menunaikan ibadah haji. Ia mengungkapkan kegembiraannya setelah menabung selama bertahun‑tahun dari pekerjaannya sebagai loper koran.
Andi Koran adalah salah satu dari 1.423 calon jemaah haji asal Kabupaten Magelang yang dilepas oleh Wakil Bupati Sahid. Ia akan menempuh perjalanan ke Tanah Suci bersama kloter 18 yang berangkat pada Rabu (13 Mei 2026).
Ia pertama kali mendaftar haji pada tahun 2012 dan menggunakan dana talangan. "Saya daftar haji itu tahun 2012 dengan dana talangan. Ketika dengan dana talangan itu saya prihatin, uang nanti hasil keringat lah dari kerja loper untuk mengangsur demi kesuksesan saya berniat untuk haji," ujar Andi Koran kepada wartawan di sela‑sela mengikuti manasik dan pelepasan haji tingkat Kabupaten Magelang di Pendopo Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Mungkid, pada 30 April 2026.
Ia berharap haji nanti menjadi mabrur, dapat melaksanakan sunah, wajib, dan rukun‑rukunnya. "Semoga saja haji saya nanti mabrur, bisa melakukan sunah, wajib dan rukun-rukunnya. Alhamdulillah, saya di masa tua ini dapat hadiah bisa haji, karena otomatis orang tua saya juga haji, simbah saya haji, saya juga senang naik haji," sambungnya.
Andi Koran memulai kariernya sebagai loper koran sejak akhir 1990-an dan masih melakukannya hingga kini. Ia pernah merasakan masa kejayaan ketika banyak pelanggan. Ia biasanya berangkat ke agen koran di Kota Magelang setelah salat subuh, lalu menyebarkan koran ke kantor‑kantor perkantoran, salah satunya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang. "Saya sejak tahun 90-an lah (loper). Sampai sekarang. (Muter) Di Pemkot, saya," ujarnya.
Ia masih membawa koran untuk pelanggan. "Masih bawa (koran untuk pelanggan). Ya lumayan lah karena tiap‑tapi kantor itu walaupun sekarang dengan masa IT. Sekarang pemkot khususnya itu masih ada anggarannya sehingga saya masih loper di kantor itu. Sama sekitar‑sekitar (perkantoran) itu masih antusias untuk loper," tambahnya.
Setiap hari ia membawa sekitar 50 eksemplar koran, baik media lokal maupun nasional. Namun jumlah pelanggan menurun drastis, dari ratusan menjadi hanya 25 pelanggan. Meski begitu, ia tetap menabung untuk biaya haji. "Penghasil dari loper) Nek dulu bisa Rp 25 ribu. Tapi, sekarang itu ya karena nominal penghasilan saya semenjak ini kalah dengan HP itu memang ya minim sekali. Ya tahun 90 sampai 2015. Ya saya ya 25 lah itu, Rp 25 ribu," kata Andi.
Selain menabung harian, ia juga mendapatkan pendapatan tambahan dari kebun dan usaha lain. "Hasil rumah misalkan kebun saya ada penghasilan, ada sampingan‑sampingan untuk penghasilan yang di rumah itu, saya sisihkan. Saya itu sistemnya ya nabung lah (harian)," seritanya.
Ia juga melakukan pekerjaan sampingan lainnya. "Hasil dari beberapa, ya cuman tidak koran, nyambi‑nyambi apa, makelaran, nyambi apa. Apa saja, saya ya bisa prihatin untuk ngangsur cicilan itulah," lanjut Andi.
Andi Koran berencana berhenti menjadi loper koran selama berangkat haji. "Ya dua bulan lah. Nanti setelah dua bulan (selesai haji), saya eksis lagi untuk loper," tutur dia.
Untuk persiapan berangkat, ia akan menggelar acara pamitan bersama tetangga, selamatan, dan pengajian. "Saya 13 Mei (berangkat). Cuma selamatan biasa itu mengundang tangga teparo sak-RT sama tetangga‑tetangga. Kalau di desa ya cuma pengajian," seritanya, yang berangkat bersama istrinya, Sri Puji Intihayati.
Di sisi lain, Krya Talita Sakhi, calon haji termuda Kabupaten Magelang, berusia 13 tahun 5 bulan pada April 2026. Ia akan berangkat bersama ibu, Dian Rahmawati (38), dan dua saudara lainnya pada 13 Mei 2026 dalam kloter 18 dari Bandara YIA.
Ia mempersiapkan pakaian, gamis, baju tidur, dan perlengkapan lain. "Ya, bangga bisa nemenin ibu haji tahun ini. Persiapan baju, pakaian, barang‑barang yang mau dibawa. Bawa gamis, bawa baju tidur dan printilan lain‑lain," ujar Krya.
Untuk kebugaran, ia berjalan cepat di halaman rumahnya setiap hari, melakukan 10 hingga 15 putaran. "Ya setiap hari jalan cepat di halaman 10 putaran, 15 putaran," katanya.
Orang tua Krya, Dian, menjelaskan bahwa nama putrinya diubah setelah suaminya meninggal pada 2021. Ia mendapat rekomendasi dari saudara dan KUA Pakis. "Itu diminta buat mengganti nama Kyra untuk pelimpahan porsi ayahnya karena ayahnya sudah wafat tahun 2021. Terus disarankan untuk mengurus berkas pelimpahan," kata Dian.
Berikutnya, berkas pelimpahan diurus pada November 2025 dan selesai, termasuk penggantian nama buku tabungan atas nama Kyra. Namun belum ada konfirmasi bisa berangkat. Setelah Januari 2026 diberlakukan aturan bahwa usia 13 tahun sudah dapat berangkat, Kyra dipanggil biometrik oleh Kemenhaj Magelang. "Pada November 2025 itu berkas pelimpahan diurus dan sampai selesai sampai pada penggantian nama buku tabungan atas nama Kyra. Secara berkas sudah selesai, tapi belum tahu kalau bisa berangkat. Setelah Januari 2026 itu ada aturan bahwa 13 tahun sudah bisa berangkat. Jadi Kyra dipanggil biometrik oleh Kemenhaj Magelang," tambahnya.
Dian juga mendaftar haji bersama almarhum suami dan dua saudara pada tahun 2012 dan akan mengambil cuti dari mengajar di SDN Girirejo 3 Ngablak. "Saya cuti mulai tanggal 4 Mei, kemudian masuk kerja tanggal 29 Juni. Iya, tiga hari setelah pulang. Saya ngajar di SD Negeri Girirejo 3 Ngablak," ujarnya.
Persiapan keluarga sangat kompleks. "Dari Juni 2025 itu ikut KBIHU Armina sudah menyelenggarakan manasik. Kalau di Armina itu manasiknya 21 kali. Kemudian, sambil mempersiapkan peralatan, yaitu misal peralatan gamis, baju, terus yang menutup aurat, cari yang nyaman gitu saja," imbuhnya menjelaskan tentang pengajian yang akan digelar pada 2 Mei.
Wakil Bupati Sahid menyampaikan pesan kepada para jemaah haji. "Semoga jemaah haji dari Kabupaten Magelang bisa menjalankan dengan lancar, selamat dan dapat pulang kembali dengan selamat sampai Magelang," katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik. "Jaga fisik kita karena memang di sana itu, kalau namanya lempar jumrah itu ada yang afdhal dan tidak. Maka kalau masyarakat Indonesia itu diarahkan untuk setelah salat Zuhur," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi di luar negeri masih berdesak‑desakan, meski kini lebih longgar. "Kalau pagi itu masih masa‑masa yang dari negara‑negara lain yang berdesak‑desakan. Walaupun sekarang sudah lebih longgar ya, tapi ya kehati‑hatian, jaga kesehatan," seritanya.
Terakhir, ia memohon doa bagi para jemaah haji. "Semoga di Kabupaten Magelang ya dapat kenyamanan, dapat kedamaian, warganya tambah sejahtera. Yaitu menjadikan doa yang kami harapkan dari jemaah yang berangkat ini," pungkasnya.
Dengan tekad dan persiapan yang matang, baik Andi Koran maupun Krya Talita Sakhi menapaki perjalanan spiritual yang telah lama mereka impikan. Keduanya menunjukkan bahwa kesungguhan, disiplin, dan dukungan keluarga dapat membawa seseorang melewati tantangan finansial dan fisik menuju tujuan suci.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
