Anemia Remaja Putri Bandung Melebihi 100 Ribu, 11% Penderita

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Anemia Remaja Putri Bandung Melebihi 100 Ribu, 11% Penderita

Gambar atau konten salah?

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung mengungkapkan data yang menegangkan tentang kondisi remaja putri di kota ini. Menurut Kepala DPPKB, 11-12 persen remaja putri mengalami anemia, dan jumlahnya melebihi 100 ribu orang. Data ini mencakup remaja SMP, SMA, dan mahasiswi yang belum menikah.

“Remaja putri ini kan calon ibu, akan menikah dan punya anak. Tapi kalau sejak remaja putri sudah anemia, itu bibit-bibit anaknya akan berisiko stunting,” ujar Anhar Hadian dalam panggilan telepon pada 23 April 2026. Ia menambahkan, “Karena gini, angka anemia di Kota Bandung seinget saya 11-12 persen. Lebih dari 100 ribu orang, itu remaja putri SMP, SMA dan mahasiswi yang belum menikah. Datanya cukup besar jumlahnya.”

Menurut Anhar, penyebab utama anemia di kalangan remaja putri adalah pola makan yang kurang seimbang. Ia memberi contoh, “Kadang, banyak remaja putri yang memilih untuk mengkonsumsi seblak dibandingkan ikan. Jadi remaja putri kita teh kurang gizi. Kalau sekarang pilihannya ikan salem sama seblak, pasti milih seblak, kayak gitu lah. Banyak sekali sekarang ini makanan yang beredar dan dikonsumsi remaja putri bukan makanan yang memenuhi kadar gizi. Sehingga, remaja putri kita banyak yang anemia.”

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan program pemberian tablet penambah darah. Namun, masih banyak remaja putri yang enggan mengkonsumsi tablet tersebut karena khawatir akan efek samping. Anhar menjelaskan, “Ada jalan pintasnya yaitu pemberian tablet FE, itu sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah, terutama SMP. Tapi memang, tampaknya banyak juga remaja putri yang tidak mau mengkonsumsi tablet FE, karena katanya ada efek sampingnya, rada mual.”

Data ini menyoroti pentingnya intervensi nutrisi sejak dini bagi remaja putri. Program pemberian tablet FE dan edukasi pola makan dapat membantu menurunkan prevalensi anemia dan mengurangi risiko stunting pada anak di masa depan.

Anemia remaja putriKota Bandungpola makan tidak seimbangtablet ferrous (FE)risiko stuntingprogram nutrisiKDPKB

Komentar

Memuat komentar...