Antrean 1 km SPBU Sulsel: Warga Tunggu BBM Pertalite
Gambar atau konten salah?
Warga di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Mereka rela antre sejak subuh di SPBU demi kebagian BBM. Kondisi ini terjadi di beberapa SPBU di Kabupaten Sinjai, Bone, Enrekang, hingga Bulukumba pada Minggu, 19 Maret 2026. Warga menunggu sampai 3 jam, kendaraan berjejer hingga 1 kilometer dari jalanan.
Di Sinjai, AT, 33, melaporkan antrean sepanjang 1 kilometer di SPBU Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, pada Minggu, 29 Maret. Ia mengatakan, “Tadi pagi itu pas saya sampai SPBU di Balangnipa antreannya sudah sekitar 1 kilometer. Banyak orang yang antre dari subuh,”. AT datang sekitar pukul 07.00 Wita, dan antrean sudah lebih dari 1 kilometer. Ia juga menambahkan, “Saya beli pertalite 4 liter menunggu 3 jam lebih. Seandainya ada menjual eceran Rp 15 ribu per liter, mending itu saya beli dari pada antrenya berjam-jam,”.
Mauluddin, 29, menambahkan bahwa antrean biasanya berlangsung mulai pagi hingga siang. Ia juga mengingatkan, “Antrean di SPBU ini hampir di semua Sinjai terjadi mulai pagi sampai siang. Kemarin, ada teman saya yang bawa motornya ke SPBU pas sudah selesai salat tahajud, karena kalau lambat dia bawa antreannya akan semakin panjang,”.
Di Bone, antrean kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Lapawawoi, SPBU Palakka, SPBU Agus Salim, SPBU Jalan Gatot Subroto, SPBU Panyula, SPBU Taccipi, SPBU Lappariaja, dan SPBU Lamuru. Didik, 27, dari Kota Watampone, mengaku kesulitan mendapatkan pertalite. Ia berkata, “Susah sekali didapat ini bensin (pertalite). Harus ki antre 2 jam, ada juga tadi antre 3 jam,”. Didik menambahkan, “Semua Pertamina (SPBU) di Kota Watampone begini kondisinya (antre berjam-jam), sudah beberapa hari mi ini, sekitar 4 hari mi. Semoga cepat ada pasokan BBM masuk biar tidak antre,”.
Ayung, 22, dari BTN Cilellang Mas, mengaku sudah datang sejak pagi di SPBU Jalan Gatot Subroto. Ia berharap bisa lebih cepat memperoleh BBM, namun baru dapat pada siang hari. Ia berkata, “Saya datang dari pagi jam 9 supaya cepat dapat pertalite. Tetapi ternyata tetap lama, jam 12 lewat baru ka dapat bensin,”.
Di Enrekang, warga menyebur SPBU Massemba di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang atau Jalan Poros Enrekang‑Pinrang, pada Minggu, 29 Maret. SPBU ini merupakan satu‑satu sebelum masuk wilayah kota Enrekang. Faisal, warga yang hadir, mengatakan, “Sejak kemarin itu ramai antrean karena sepertinya stok sedang menipis. Apalagi di Enrekang kota hanya 1 SPBU,”. Ia menduga warga panik dengan isu kelangkaan BBM akibat perang di Timur Tengah, dan menambahkan, “Ini juga sepertinya disebabkan warga panik karena adanya isu kelangkaan BBM karena dampak perang di timur tengah,”.
Kasat Lantas Polres Enrekang, AKP Muh Ali, menyatakan pihaknya harus turun mengatur lalu lintas di sekitar SPBU. Ia berkata, “Sejak pagi itu antrean. Ya kurang lebih 1 km antrean kendaraan. Tetap lancar karena anggota sudah di lokasi sejak pagi mengatur arus lalu lintas,”. Ia memprediksi padatnya kendaraan karena banyak mobil yang mudik hendak pulang kembali ke Makassar. Ia juga mengungkapkan, “Antrean kendaraan ini karena banyak yang sudah mau balik ke Makassar mereka habis mudik begitu. Kalau soal kelangkaan BBM saya kurang paham,”.
Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menanggapi situasi tersebut. Ia menyatakan, “Untuk kondisi Sinjai dan Bone polanya sama panic buying ini. Pasokan selalu kita jaga, tapi masyarakat melihat pemberitaan global yang ada, ada antrean BBM di SPBU yang awalnya antre karena wisatawan yang memanfaatkan liburan akhir pekan sebelum minggu depan sudah aktif bekerja, jadi mereka ikut antre BBM juga,”. Ridho menjelaskan, “Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif serta memperkuat koordinasi dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan setempat, agar penyaluran BBM dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Termasuk bagi nelayan yang sangat bergantung pada ketersediaan energi.” Ia menutup, “Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan. Dengan distribusi yang terjaga, diharapkan aktivitas nelayan dapat kembali optimal,”.
Situasi antrean panjang di SPBU di Sulawesi Selatan mencerminkan ketegangan antara permintaan tinggi dan pasokan terbatas. Masyarakat menunggu berjam‑jam, sementara pihak berwenang berusaha mengatur arus lalu lintas dan menjaga distribusi BBM tetap stabil. Kesiapan distribusi dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus menunggu berjam‑jam di SPBU.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
