Antrean 17 km di Pelabuhan Ketapang, Polresta Beraksi

Mira T. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Antrean 17 km di Pelabuhan Ketapang, Polresta Beraksi

Gambar atau konten salah?

Di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, antrean kendaraan yang didominasi mobil kecil mengular hingga belasan kilometer. Antrean ini mulai muncul pada hari Minggu, 29 Maret 2026, dan pada Senin malam, 30 Maret 2026, ekornya mencapai 17 kilometer hingga Alas Rejo Banyuwangi.

Polresta Banyuwangi, bersama seluruh Polsek, menyalurkan ratusan personil lalu lintas untuk mengurai kemacetan sepanjang 24 jam. Kepala Satlantas Polresta, AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady, menegaskan bahwa upaya ini bertujuan mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat.

Setelah koordinasi dengan otoritas pelabuhan Tanjungwangi, Pelindo, dan ASDP, strategi pengurusan antrean dirancang secara sistematis. ASDP mengarahkan kendaraan sumbu tiga ke kantung parkir Bulusan, sementara di simpang Farley diberlakukan sistem delaying hingga 5 kilometer dengan mengarahkan kendaraan ke jalur lingkar.

“Sementara untuk simpang Farley kami juga memberlakukan delaying sistem hingga 5 Kilometer dengan mengarahkan kendaraan ke jalur lingkar. Selain itu, ASDP juga memberlakukan pengalihan kendaraan sumbu 3 ke terminal Bulusan untuk kemudian diangkut melalaui dermaga Bulusan atau dimasukkan ke dermaga LCM,” ujar AKP Krisna pada 31 Maret 2026.

Selain itu, ASDP mengusulkan penerapan Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat pengurangan ekor kemacetan di jalur Situbondo‑Banyuwangi. “TBB menjadi kebijakan otoritas ASDP secara penuh, tapi, kami hanya bisa mengarahkan untuk skema TBB bisa ditambahkan armadanya untuk bisa mengurai kemacetan diluar,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, pihak berwenang berharap antrean dapat segera berkurang, sehingga potensi risiko kesehatan bagi warga tidak terpengaruh lebih jauh. Situasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam mengelola lalu lintas di daerah pelabuhan.

Pelabuhan KetapangAntrean kendaraanPolresta BanyuwangiASDPTiba Bongkar BerangkatSistem delayingKoordinasi lintas lembaga

Komentar

Memuat komentar...