Antrean BBM di Medan, Bobby Minta TNI Gantikan Sopir

Fajar H. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Antrean BBM di Medan, Bobby Minta TNI Gantikan Sopir

Gambar atau konten salah?

Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan dalam dua hari terakhir dipicu oleh masalah distribusi. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan hal ini terjadi setelah adanya pemutusan hubungan kerja massal terhadap sopir truk pengangkut BBM.

Untuk mengatasi kemacetan distribusi ini, Bobby telah berkoordinasi dengan Pertamina. Ia meminta bantuan TNI dan Polri untuk menyediakan pengemudi pengganti sementara. "Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI/Polri, kami dari TNI/Polri siapkan driver," kata Bobby di Medan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Bobby menekankan agar masalah internal di Pertamina tidak sampai mengganggu aktivitas warga. Pemerintah provinsi siap membantu Pertamina dalam urusan distribusi, namun tidak akan ikut campur dalam persoalan internal perusahaan. "Tanya mereka bagaimana mereka menghiring, kami tidak ikut campur ke sana. Yang pasti jangan sampai masalah internal mengganggu kehidupan masyarakat," jelasnya.

Ia juga meminta Pertamina terbuka kepada publik mengenai situasi yang terjadi. "Jadi saya minta tadi hal seperti ini tolong diinformasikan karena dampak dari diinformasikan dari kami sampaikan jangan udah kejadian baru disibuk-sibukin," ujarnya. Menurut Bobby, personel TNI dan Polri sudah siap sejak malam ini untuk melakukan kontrol dan menggantikan sementara sopir yang belum selesai proses rekrutmennya. Pertamina masih berkoordinasi mengenai jumlah pasti pengemudi yang dibutuhkan.

Antrean panjang terpantau hampir di seluruh SPBU Kota Medan. Pada Senin, 13 Juli 2026, sejumlah SPBU kehabisan stok BBM jenis Pertalite. Beberapa di antaranya adalah SPBU di Jalan Williem Iskandar, Jalan Lau Dendang, dan Simpang Selayang. "Pertalite kosong dari jam 8 pagi tadi, belum tahu masuk lagi jam berapa," kata seorang pegawai SPBU di Medan.

SPBU lain seperti Cemara Asri dan Simpang Krakatau juga dipadati pengendara yang berkeliling mencari bahan bakar. Kondisi ini membuat banyak kendaraan mengantre panjang di lokasi yang masih memiliki stok.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) angkat bicara mengenai kelangkaan ini. Officer Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Rafly Masyal Donta, menjelaskan bahwa distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan mengalami penyesuaian operasional. Akibatnya, penyaluran ke SPBU dilakukan secara bertahap. "Dalam kondisi tersebut, distribusi dilakukan secara proporsional ke berbagai SPBU agar kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah layanan tetap dapat terpenuhi," ungkap Rafly.

Persoalan distribusi ini muncul setelah pemecatan massal sopir truk BBM. Langkah Pertamina merekrut pengemudi baru belum selesai, sehingga pasokan ke SPBU terganggu. Pemerintah daerah dan aparat keamanan kini turun tangan untuk menjaga kelancaran distribusi sementara waktu.

antrean SPBUMedandistribusi BBMPertaminapemutusan hubungan kerjaBobby NasutionTNI Polri

Komentar

Memuat komentar...