Antrean Jip Bromo 40% Lebaran 2026 di Simpang Dingklik
Gambar atau konten salah?
Bromo menjadi tujuan utama bagi para peziarah Lebaran 2026, sehingga antrean jip wisata menumpuk di wilayah sekitarnya. Kunjungan wisatawan meningkat antara 30 % hingga 40 % dibanding hari biasa.
Antrean kendaraan terpusat di Simpang Dingklik, titik persimpangan yang menjadi “leher botol” bagi jip dari Malang, Pasuruan, dan Probolinggo menuju Penanjakan. Pada Minggu, 22 Maret 2026, arus wisatawan memuncak di lokasi ini.
Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS, Hendra Wisantara, mengonfirmasi kepadatan tersebut. Ia berkata, “Betul, itu di Persimpangan Dingklik menuju Pananjakan, titik pertemuan kendaraan roda 4 dari 3 pintu masuk di Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.”
Hendra menjelaskan bahwa arus wisatawan pada Idulfitri kali ini mengalami lonjakan tajam dibanding hari biasa. Kepadatan sudah terlihat sejak malam Minggu, didominasi oleh pemudik pengguna sepeda motor. Ia menambahkan, “Lonjakan kunjungan wisata selama momen lebaran Idulfitri ini mencapai hampir 30 %–40 % dibanding hari-hari biasa.”
Menurut data Balai Besar TNBTS, total kunjungan sejak 21 Maret 2026 hingga 23 Maret 2026 siang mencapai 14.886 wisatawan. Puncak kepadatan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dengan 8.242 pengunjung memadati kawasan kaldera dan penanjakan.
Menanggapi tingginya minat, pengelola menambah kuota harian sebanyak 1.000 orang, dari semula 2.752 menjadi 3.752 orang per hari.
Untuk mengurai kemacetan, pihak Balai Besar TNBTS menyiagakan 60 personel gabungan di titik-titik rawan. Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya memberlakukan pemeriksaan ketat, terutama di pertigaan Cemorolawang.
Ia menegaskan, “Wisatawan yang membandel dengan datang tanpa tiket elektronik (booking online) tidak akan diizinkan masuk ke area utama. Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke jalur Seruni Point, sementara bagi yang sudah melakukan booking, tetapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta akan diarahkan ke jalur Mentigen untuk penyesuaian.”
Rudijanta mengingatkan bahwa kepadatan masih diperkirakan akan berlangsung hingga Selasa, 24 Maret 2026. Ia meminta wisatawan tetap tertib dan waspada terhadap area rawan di sekitar alat pemantauan PVMBG. “Kami menghimbau seluruh pengunjung untuk datang lebih awal sesuai jadwal booking, mematuhi aturan antrean di pintu masuk, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Dengan penyesuaian kuota dan penambahan personel, pengelola berharap arus wisatawan dapat terkelola lebih baik. Namun, para peziarah tetap diharapkan mengikuti prosedur dan datang sesuai jadwal, agar kunjungan ke Bromo tetap aman dan nyaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
