Antrian Panjang SPBU Jalan Riau, Harga BBM Tetap Tidak
Gambar atau konten salah?
Di kota Bandung, satu stasiun pengisian bahan bakar di Jalan Riau mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan. Antrean kendaraan, terutama sepeda motor dan mobil, memanjang di jalur pengisian BBM nonsubsidi. Pada sore hari 31 Maret 2026, pengendara terlihat menunggu antara lima hingga sepuluh menit sebelum dapat mengisi Pertamax, Pertamax Turbo, atau Pertamina Dex. Beberapa antrean bahkan meluber sampai ke bahu jalan.
Situasi ini sangat berbeda dengan jalur pengisian BBM subsidi. Di sana, jalur Pertalite tetap terlihat lebih sepi, tidak ada antrian panjang seperti pada BBM nonsubsidi. Meskipun begitu, harga BBM belum mengalami perubahan. Pertamax masih dijual seharga Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.000 per liter. Sementara itu, Pertalite berada di angka Rp10.000 per liter.
Di tengah kondisi ini, beberapa pengendara mulai mengungkapkan kekhawatiran mereka. Bagus Ridhar, seorang pengguna sepeda motor asal Cibiru, sudah mendengar kabar tentang rencana kenaikan harga BBM. "Ya, saya sudah dengar informasinya (rencana kenaikan harga BBM). Wajar saja ya, karena kondisi konflik global juga kan," ujarnya. Meski memahami situasi global, Bagus tetap merasa kenaikan harga akan memberatkan, terutama bagi mahasiswa. "Sebagai mahasiswa, jujur kalau naik agak gimana gitu," tambahnya.
Ikbal, warga Ujungberung, juga berharap harga BBM tetap stabil. "Ya, kalau naik menyayangkan. Inginya stabil aja gitu," katanya. Ia mengaku tetap akan menggunakan Pertamax karena kebutuhan kendaraannya dan tidak akan beralih ke Pertalite. "Ya mau bagaimana lagi ya. Kalau saya karena kebutuhannya Pertamax jadi tetap saja (tidak akan beralih ke pertalite)," jelasnya.
Nandang, pengguna mobil, menilai rencana kenaikan harga BBM perlu dikaji ulang karena berpotensi memberatkan masyarakat. "Ya ditinjau kembali kebijakan pemerintah yang sekarang, kayaknya akan sangat memberatkan, apalagi naiknya hampir Rp5.000 lebih," ujarnya. Ia bahkan mempertimbangkan untuk beralih ke BBM subsidi jika harga benar-benar naik. "Bagiamana kondisinya sih, kalau naik ya mungkin akan beralih ke pertalite," tambahnya.
Pemerintah telah menegaskan bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian ESDM dan Pertamina sudah berkoordinasi atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo menegaskan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi. Ia menambahkan bahwa biasanya harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite diubah setiap awal bulan.
Dengan begitu, para pengendara tetap menunggu konfirmasi resmi, sementara antrian di SPBU Jalan Riau tetap memanjang. Situasi ini menyoroti ketidakpastian yang masih ada di kalangan masyarakat mengenai kebijakan harga BBM di masa depan.
Secara keseluruhan, meski pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan harga, ketegangan di antara pengendara tetap tinggi. Antrian panjang di SPBU menandakan ketidakpastian yang masih berlangsung, dan para pengguna tetap menantikan keputusan akhir dari pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
