Antrian Panjang SPBU Sulsel, Mobil Mengular Sebelum Lebaran
Gambar atau konten salah?
Antrean kendaraan di SPBU Sulawesi Selatan mulai mengular ke jalanan, menunggu berjam‑jam. Kondisi ini terjadi sebelum Lebaran Idulfiri 1447 Hijriah dan masih berlanjut setelahnya.
Di Makassar, banyak SPBU yang sering mengalami antre panjang. Pada 30 Maret 2024 pukul 12:40 Wita, antrean kendaraan di SPBU Perintis di kawasan Makassar Town Square (M'Tos) memenuhi area SPBU hingga ke pintu masuk. Beberapa bus terlihat tidak mengantre rapi, mempersempit ruang gerak kendaraan lain. Di sisi kiri, antrean sepeda motor cukup padat untuk pembelian pertalite. Empat baris antrean pemotor terlihat mengular demi mendapatkan BBM jenis pertalite.
Berpindah ke SPBU depan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) pukul 13:20 Wita, antrean terbagi dalam beberapa jalur. Jalur tengah dipenuhi minibus untuk pertalite, sementara truk dan bus mengisi solar di sisi kiri. Antrean sepeda motor berada di sisi kanan SPBU, terlihat mengular hingga dua baris ke belakang untuk mengisi pertalite.
Di SPBU Perintis sebelum gerbang BTP, pukul 13:30 Wita, antrean kendaraan roda empat tampak meluber keluar area SPBU, mengganggu arus lalu lintas di sekitar. Jalur pengisian kendaraan roda empat terbagi dua: minibus untuk pertalite dan truk untuk solar. Antrean pemotor terlihat jauh lebih padat, hingga lima baris ke belakang.
Selanjutnya, SPBU depan Polda Sulsel pukul 14:15 Wita menunjukkan antrean kendaraan roda empat yang mengular. Truk mendominasi antrean hingga pintu masuk SPBU untuk pengisian solar. Antrean sepeda motor juga memadati area pengisian pertamax. Stok pertalite sedang diisi ulang, sehingga banyak pengendara beralih membeli pertamax.
Antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Jalan Urip Sumoharjo‑Prof Abdurahman Basalamah. Tiga jalur antrean mobil di SPBU ini: dua jalur masing‑masing mengisi pertalite dan pertamax, satu jalur lainnya mengisi solar. Antrean bahkan sampai di pagar SPBU yang akan mengisi pertalite dan solar.
Di SPBU Jalan Bawakaraeng, antrean bahkan sampai di badan jalan untuk kendaraan yang akan mengisi solar.
Selain di Makassar, antrean motor dan mobil untuk mengisi pertalite juga terjadi di jalan poros Pinrang‑Enrekang pada 30 Maret 2024. Pengendara motor terlihat kepanasan karena terik matahari. Beberapa pengendara memilih berteduh dan meninggalkan motornya tetap di antrean, sementara warga yang baru datang memilih putar balik karena panjangnya antrean. Antrean terpanjang terjadi di jalur pengisian mobil, berjarak sekitar 200 meter hingga badan jalan. Arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar baik dari arah Enrekang maupun Pinrang ke Enrekang. Warga bernama Adnan menduga antrean panjang terjadi karena pasokan BBM terbatas. Ditambah dengan masih adanya sebagian warga yang hendak balik usia libur lebaran atau baru mudik. “Ini toh kalau dilihat mungkin karena mulai terbatas ini BBM. Na ditambah sepertinya banyak yang masih suasana arus balik atau misalnya baru mau mudik kan ada juga begitu. Jadi banyak yang mau sementara stok tidak bertambah,” paparnya.
Di Sinjai, warga bernama AT (33) melaporkan antrean hingga 1 kilometer di SPBU Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, pada 29 Maret 2024 pagi. Dia menyebut ada warga yang antre dari subuh. “Tadi pagi itu pas saya sampai SPBU di Balangnipa antreannya sudah sekitar 1 kilometer. Banyak orang yang antre dari subuh,” ujar AT kepada detikSulsel, 29 Maret 2024. Dia mengaku datang ke SPBU Balangnipa sekitar pukul 07:00 Wita dan antrean kendaraan sudah sekitar 1 km. Dia mengatakan antrean kendaraan di SPBU sudah berlangsung sekitar 3 hari sebelum Lebaran. “Saya beli pertalite 4 liter menunggu 3 jam lebih. Seandainya ada menjual eceran Rp 15 ribu per liter, mending itu saya beli dari pada antrenya berjam‑jam,” jelasnya.
Warga lain, Mauluddin (29), menambahkan, antrean biasanya terjadi mulai pagi hari hingga siang hari. Bahkan ada juga yang membawa kendaraannya ke SPBU untuk antre setelah salat tahajud. “Antrean di SPBU ini hampir di semua Sinjai terjadi mulai pagi sampai siang. Kemarin, ada teman saya yang bawa motornya ke SPBU pas sudah selesai salat tahajud, karena kalau lambat dia bawa antreannya akan semakin panjang,” ucapnya.
Di Bone, antrean kendaraan juga terjadi di sejumlah SPBU: SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani, SPBU Lapawawoi, SPBU Palakka, SPBU Agus Salim, SPBU Jalan Gatot Subroto, SPBU Panyula, SPBU Taccipi, SPBU Lappariaja, dan SPBU Lamuru. Salah seorang warga Kota Watampone, Didik (27), mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite. Kendaraan harus antre berjam‑jam agar bisa kebagian giliran mengisi BBM di SPBU. “Susah sekali didapat ini bensin (pertalite). Harus ki antre 2 jam, ada juga tadi antre 3 jam,” kata Didik kepada detikSulsel, 29 Maret 2024. Didik mengaku, hampir semua SPBU yang berada di wilayah Kota Watampone dipenuhi antrean kendaraan hingga ke jalan poros. Kondisi ini disebut sudah terjadi sejak 4 hari terakhir.
Di Enrekang, warga di Kabupaten Enrekang menyebur SPBU Massemba di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang atau Jalan Poros Enrekang‑Pinrang, pada 29 Maret 2024. SPBU itu merupakan satu-satunya sebelum masuk wilayah kota Enrekang. “Sejak kemarin itu ramai antrean karena sepertinya stok sedang menipis. Apalagi di Enrekang kota hanya 1 SPBU,” kata warga bernama Faisal. Dia menduga warga juga sepertinya panik dengan isu kelangkaan sehingga mereka hendak mengisi penuh kendaraan mereka. Dengan demikian, mereka bisa punya stok saat BBM habis. “Ini juga sepertinya disebabkan warga panik karena adanya isu kelangkaan BBM karena dampak perang di timur tengah,” bebernya.
Antrean panjang di berbagai SPBU Sulawesi Selatan mencerminkan ketidakseimbangan pasokan BBM dan lonjakan permintaan menjelang dan setelah Lebaran. Warga menunggu berjam‑jam, memaksa kendaraan mengular ke jalanan, dan beberapa bahkan menyesuaikan jadwal mudik untuk menghindari antrean. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan distribusi BBM yang lebih merata dan transparan, serta upaya pemerintah daerah untuk memitigasi dampak ketidakpastian pasokan akibat faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah. Antrean panjang ini juga memberi gambaran tentang bagaimana kebutuhan energi sehari‑harinya dapat terhambat oleh faktor-faktor di luar kendali lokal, memaksa masyarakat untuk menyesuaikan perilaku dan rencana perjalanan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Berita Terbaru
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
