Antrian Panjang Truk TPA Suwung Tetap Terima Semua Sampah

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Antrian Panjang Truk TPA Suwung Tetap Terima Semua Sampah

Gambar atau konten salah?

Antrean panjang truk di TPA Suwung Denpasar kembali terlihat pada 17 April 2026. Sebelumnya, pada 16 April 2026, Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) melakukan demonstrasi di kantor Gubernur Bali Renon. Hasilnya, mereka setuju membuka TPA Suwung secara terbatas hanya untuk sampah organik. Namun hari ini, semua jenis sampah tetap diterima.

“Sejauh ini diterima semua (tercampur atau tidak) untuk hari ini karena demo kemarin. Mungkin minggu depan harus terpilah,” kata Komang Lila Pratama, staf Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, saat berjaga di TPA Suwung.

Jalur pembuangan di TPA Suwung dipisah menurut jenis sampah. Sampah nonorganik dan residu dibuang ke zona B atau jalur Badung. Sedangkan sampah organik dan tercampur dibuang ke zona D atau jalur Denpasar. Zona A dan zona C sudah penuh dan diuruk dengan tanah sebagai antisipasi kebakaran. Zona E belum penuh, hampir, tapi belum dibuka dulu untuk jaga-jaga.

Operasional pembuangan TPA Suwung pada hari ini dibuka mulai pukul 08.00-20.00 Wita. Saat ini, truk langsung dibuang tanpa proses inspeksi. Dari pengamatan, mayoritas truk membawa sampah organik. “Kalau yang terpilah biasanya truk‑truk dari pemerintah,” tambah Komang Lila Pratama.

Selain tim DKLH Provinsi Bali, hadir juga tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, DLHK Kabupaten Badung, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali. Tim DLHK Kota Denpasar melakukan pendataan jumlah truk yang datang. Pendataan ini tidak hanya merekam jadwal pembuangan, tapi juga menjadi dasar pemberian tiket bahan bakar minyak (BBM) bagi truk khusus milik pemerintah. “Ini pendataan kalo di Denpasar ini biar kedata biar tau truknya sudah bolak‑bolak berapa kali soalnya sekalian buat karcis BBM kalau di denpasar,” jelas staf DLHK Kota Denpasar, Wayan Darma.

Pemberlakuan pendataan ini dilakukan dalam sistem SIF selama operasional TPA Suwung. “Ini nanti ada sif pendataannya sampai sore, saya ganti sif jam 09.30 Wita nanti. Kalau sekarang belum ada pemeriksaan lagi,” ujar Wayan Darma.

Demonstrasi SSB menandai tekanan masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Pemerintah menyesuaikan kebijakan dengan membuka zona terbatas, namun tetap fleksibel. TPA Suwung tetap menerima semua sampah hari ini, dengan jalur terpisah berdasarkan jenis. Data truk yang dikumpulkan membantu alokasi BBM dan memantau frekuensi kunjungan truk pemerintah.

TPA SuwungSampah organikDemonstrasi SSBTruk sampahZona BDinas Lingkungan HidupBBMSIF

Komentar

Memuat komentar...