APBN Aman Meski BBM Subsidi Tetap, Purbaya Ungkap

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
APBN Aman Meski BBM Subsidi Tetap, Purbaya Ungkap

Gambar atau konten salah?

Di rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada 06 April 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkejut ketika mendengar kabar bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan habis dalam dua pekan jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik.

Purbaya mengungkapkan bahwa sumber informasi tersebut berasal dari dalam Kementerian Keuangan sendiri, bukan dari luar. Ia menegaskan bahwa ia baru mengetahui isu itu setelah diingatkan, sehingga ia merasa bingung.

“Kalau BBM tidak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis,” ujar Purbaya saat pertemuan tersebut.

Untuk menanggapi kekhawatiran tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa ia telah menghitung berbagai skenario harga minyak mentah dunia, termasuk kemungkinan harga mencapai US$ 100 per barel rata‑rata hingga akhir tahun. Dengan asumsi tersebut, ia menegaskan bahwa APBN tetap aman, dengan defisit sekitar 2,9 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 % dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga (minyak) rata‑rata US$ 100, aman,” tegas Purbaya.

Ia juga menegaskan bahwa BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir 2026, meski harga minyak dunia sedang berada di kisaran US$ 80–100 per barel. Negara siap menahan harga tersebut agar subsidi tetap stabil.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata‑rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” ujar Purbaya.

“Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” tambahnya.

Dengan perhitungan ini, Purbaya berharap publik tidak perlu khawatir tentang kestabilan APBN dan subsidi BBM selama tahun berjalan.

APBNBBM bersubsidiHarga Minyak DuniaDefisit 2,9%Purbaya Yudhi SadewaSubsidi BBMKestabilan Anggaran

Komentar

Memuat komentar...