Aqua dan Pusur Siapkan Konservasi Air Sungai Pusur
Gambar atau konten salah?
Konservasi air menjadi langkah penting menjaga ketersediaan dan kualitas air. Upaya ini melibatkan perlindungan sumber, penggunaan efisien, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Tujuannya jelas: menjaga air tetap aman, bersih, dan terjaga cadangannya.
Di Jawa Tengah, Sungai Pusur menjadi contoh nyata. Sungai ini melintasi tiga kabupaten: Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Sejak lama, aliran sungai ini seringkali dipenuhi sampah, yang tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menurunkan kualitas air.
Menurut Lintang Eka Prakusya, sekretaris Pusur Institute, “Sungai tersebut dulunya sempat banyak dipenuhi sampah. Tidak hanya merusak pemandangan, ini juga dapat memberikan dampak kesehatan secara tidak langsung pada masyarakat.”
Lintang menjelaskan, “Pencemaran yang memicu penurunan kualitas air juga dapat memengaruhi sektor pertanian di wilayah tersebut. Pada akhirnya kualitas pertanian yang ada ikut menurun nantinya.”
Aqua, perusahaan yang terlibat besar dalam konservasi Sungai Pusur, menempatkan upaya ini dalam program Danone Impact Journey. Senior Manager Public Affairs and Sustainability, Jeffri Ricardo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam daripada yang mereka gunakan.
Jeffri menguraikan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Misalnya seperti penanaman pohon untuk meningkatkan resapan air di hulu dan di tengah, hingga penerapan pertanian regeneratif di hilir dengan mengurangi pupuk kimia dan menghindari pestisida untuk menjaga kualitas air.”
Ia menambahkan, “Dari sumber air yang kami gunakan, itu penting menjaga dari segi quantity dan quality.” Dan menegaskan, “Betul (ramah lingkungan sumber airnya), karena nanti kalau dalam penggunaan kimia itu kan, ketika berjalan waktu, dia akan meresap ke bawah tanah dan itu akan mempengaruhi kualitas air yang digunakan masyarakat juga.”
Dengan langkah-langkah ini, baik Lintang maupun Jeffri menekankan bahwa kualitas air yang terjaga langsung berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Konservasi bukan sekadar menjaga pemandangan, melainkan juga melindungi tanaman, pertanian, dan sumber air yang menjadi kehidupan sehari‑harinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
