Arak Bali Lebih Laris, Gubernur Dorong Tanam Kelapa
Gambar atau konten salah?
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumumkan bahwa arak Bali kini lebih laris daripada minuman alkohol impor seperti whisky. Pada rapat paripurna ke-28 DPRD Provinsi Bali, Rabu (25 Maret 2026), ia mencontohkan penjualan arak di gerai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Laku keras, arak Bali best seller mengalahkan Red Label. Tepuk tangan untuk arak Bali. Jadi luar biasa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa arak Bali kini bersaing dengan minuman alkohol kelas dunia. Untuk mendukung produksi, Koster menyerukan percepatan penanaman pohon kelapa, bahan baku utama arak. Menurutnya, pohon kelapa juga penting dalam upacara adat Bali. Saat ini, sudah ada 17 ribu pohon kelapa yang ditanam di pulau ini.
Koster menyebutkan bahwa konsumsi arak di Bali dapat mencapai 400–600 liter per bulan. “Jadi harus dilakukan percepatan penanaman pohon kelapa, agar ada kelapa dalam waktu empat tahun sudah panen. Dengan demikian, produksi arak terus meningkat karena semakin diminati oleh para wisatawan kita di Bali dan untuk ekspor dapat kita penuhi,” kata gubernur dua periode itu.
Gubernur Koster juga mengklarifikasi bahwa ia bukan pebisnis arak. “Mengenai arak Bali, ini gara-gara saya kencang ngurusin itu, dikira saya punya bisnis. Tidak, saya tidak punya bisnis. Saya tidak bisa bisnis,” ujarnya. Ia menekankan bahwa upaya promosi arak bertujuan meningkatkan pendapatan petani arak di Bali.
Menurut Koster, pemerintah pusat melalui Menteri Perindustrian telah menyambut baik produksi arak Bali. Menteri tersebut memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi melalui Perumda untuk mengembangkan produksi arak. “Jadi tidak perlu bayar ratusan juta lagi untuk meningkatkan produksi para pelaku industri arak ini. Ada sekitar 30 koperasi arak di Bali yang selama ini bergelut, namun terkendala oleh perizinan dan modal. Sekarang, sudah mendapat layanan yang cukup baik,” tambahnya.
Politikus PDIP ini berharap industri arak Bali semakin berkembang dan berkualitas. Ia menegaskan keinginannya agar arak Bali dapat bersaing dengan minuman dunia lainnya, seperti soju Korea, sake Jepang, dan whiskey Eropa. “Kita memastikan arak Bali tidak kalah dengan soju, sake, maupun whiskey,” ungkap Koster.
Gubernur Koster menyoroti potensi arak Bali sebagai produk unggulan. Ia menekankan pentingnya kelapa, baik sebagai bahan baku maupun sebagai simbol budaya. Dengan penanaman pohon kelapa yang cepat, arak Bali dapat diproduksi lebih banyak dan dipasarkan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Koster berharap, dengan dukungan pemerintah dan koperasi, arak Bali akan terus tumbuh dan menarik minat wisatawan serta pasar ekspor.
Secara keseluruhan, pernyataan Koster menyoroti potensi arak Bali sebagai produk lokal yang kompetitif. Ia menekankan pentingnya kelapa, dukungan pemerintah, dan promosi yang kuat untuk mengangkat arak Bali ke panggung internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
