Ariel Adhidevara: Dari Rata-Rata ke Harvard Design

Wati N. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Ariel Adhidevara: Dari Rata-Rata ke Harvard Design

Gambar atau konten salah?

Ariel Adhidevara menjadi sorotan setelah kisahnya menyebar luas di media sosial. Ia dikenal karena nilai rapornya yang biasanya berkisar antara 6 hingga 7, namun kini ia melanjutkan studi di Master in Design Studies, Harvard Graduate School of Design. Perubahan drastis ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang bisa bertransformasi dari siswa biasa menjadi mahasiswa di salah satu universitas terkemuka dunia.

Dalam wawancara pada Kamis (21 Mei 2026), Ariel mengakui bahwa masa sekolahnya tidak pernah memberi kepuasan. “Bukan salah sekolahnya juga sih sebenarnya, emang aku aja yang nggak terlalu suka belajar waktu itu,” ujarnya. Kalimat tersebut menegaskan bahwa ia tidak pernah merasakan kegembiraan dalam proses belajar.

Perubahan pikiran Ariel mulai terasa ketika ia menempuh pendidikan tinggi. Ia baru saja pindah ke Amerika Serikat setelah memenangkan green card lottery, sebuah undian yang memungkinkan warga negara asing tinggal di AS secara legal. Di sana, ia terdaftar di Diablo Valley College (DVC) dan kemudian melanjutkan ke California Polytechnic State University, yang dikenal dengan singkatan Cal Poly. Di kedua institusi tersebut, Ariel mulai memahami konteks di balik setiap materi yang diajarkan, sehingga ia dapat melihat relevansi pelajaran dengan kehidupan nyata.

Pengalaman bertemu banyak orang dengan latar belakang akademik yang lebih maju juga memengaruhi pola pikirnya. “Bahaya kalau we don't know what we don't know,” kata Ariel. Ia menekankan bahwa seseorang seringkali tidak sadar akan ketidaktahuannya, dan hal itu menjadi hambatan terbesar dalam belajar.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ariel menyarankan agar membuka pandangan dan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih luas. “Kadang-kadang orang yang tidak tahu itu kan nggak tahu kalau dia nggak tahu. Jadi, itu yang lebih bahaya. Jadi akhirnya kita selalu terbelenggu dengan ketidaktahuan itu,” tambahnya. Ia percaya bahwa melihat orang lain yang lebih pintar dapat memicu motivasi untuk belajar lebih dalam.

Ia menambahkan, “Untuk mendapatkan ilham tersebut, kita harus lebih banyak mencari tahu atau berkenalan sama orang lebih banyak gitu ya. Biar kayak, ‘kok dia bisa ngomongin ini’, gitu. Jadi pengen tahu sendiri.” Kata-kata ini menekankan pentingnya rasa ingin tahu yang aktif dalam proses pendidikan.

Lingkungan kampus juga menjadi faktor penting bagi semangat belajar Ariel. Ia merasa bahwa banyak orang di sekitarnya memiliki pola pikir kritis dan kemampuan yang luar biasa. Fasilitas kampus yang lengkap juga membuat proses belajar terasa lebih nyaman. “Di S2 ini cukup dimanjakan, apalagi dengan lingkungannya yang tadi aku bilang, dan fasilitas yang dipunyai sama sekolah,” ujarnya dengan senyum.

Pengalaman ini membuat Ariel semakin penasaran dengan berbagai hal baru. Ia menyadari bahwa rasa ingin tahu tidak hanya datang dari materi, tetapi juga dari interaksi sosial dan fasilitas yang mendukung.

Di akhir wawancara, Ariel memberikan pesan kepada siswa yang merasa nilainya biasa saja. “Coba kenali diri sendiri, coba kenali apa yang kita inginkan,” katanya. Ia menekankan pentingnya mengenal diri sebelum mengejar tujuan.

Namun, Ariel juga mengingatkan bahwa seseorang tetap perlu mengikuti aturan dasar yang ada sambil mengembangkan kelebihan diri sendiri. “Kadang-kadang kita tetap harus ikuti jalur mainnya, tapi nanti bisa pakai jalur kita sendiri sebagai additional,” pungkasnya.

Kesimpulannya, perjalanan Ariel Adhidevara menunjukkan bahwa perubahan mindset, lingkungan yang mendukung, dan rasa ingin tahu yang aktif dapat mengubah jalur pendidikan seseorang. Ia menjadi contoh bahwa nilai rapor bukan satu-satunya penentu kesuksesan, dan bahwa setiap individu dapat menemukan motivasi dalam proses belajar jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

Ariel AdhidevaraMaster in Design StudiesHarvard Graduate School of DesignGreen Card LotteryLingkungan KampusRasa Ingin Tahu

Komentar

Memuat komentar...