Arsenal Juara? Sementara City Bawa Keunggulan Match‑in‑Hand
Gambar atau konten salah?
Arsenal masih memegang posisi teratas klasemen Liga Inggris, tetapi Manchester City tetap memiliki keunggulan taktis: jumlah pertandingan tersisa lebih banyak, atau yang sering disebut match in hand.
Dengan tiga poin lebih di puncak, Arsenal memiliki empat pertandingan tersisa. Sementara itu, City hanya telah menyelesaikan 33 laga dan masih harus menempuh lima pertandingan, termasuk satu pertandingan yang ditunda.
Keunggulan ini terlihat jelas ketika Arsenal kembali memuncak klasemen setelah kemenangan 1-0 atas Newcastle United pada akhir pekan. Namun, City tidak bermain di liga pada pekan yang sama karena beraksi di Piala FA, dan mereka berhasil lolos ke final setelah mengalahkan Southampton. Secara matematis, City masih memegang kendali atas situasi akhir musim.
Berikut jadwal sisa kedua tim, berdasarkan situs resmi Premier League:
- Arsenal: 02 Mei 2024 – vs Fulham (kandang)
- Arsenal: 10 Mei 2024 – vs West Ham United (tandang)
- Arsenal: 17 Mei 2024 – vs Burnley (kandang)
- Arsenal: 24 Mei 2024 – vs Crystal Palace (tandang)
- Manchester City: 04 Mei 2024 – vs Everton (tandang)
- Manchester City: 09 Mei 2024 – vs Brentford (kandang)
- Manchester City: 24 Mei 2024 – vs Aston Villa (kandang)
- Manchester City: TBC – vs Crystal Palace (kandang)
- Manchester City: TBC – vs Bournemouth (tandang)
Jika kedua tim terus mencetak kemenangan, mereka masih dapat berakhir dengan poin yang sama. Dalam hal itu, penentuan juara akan bergantung pada:
- Selisih gol
- Jumlah gol yang dicetak
- Rekor pertemuan (head-to-head) – pada musim ini City unggul atas Arsenal
Perkiraan saat ini menunjukkan Arsenal memiliki selisih gol +38 (64 gol), sedangkan City +37 (66 gol). Meskipun selisihnya tipis, City memiliki keunggulan dalam head-to-head.
Jadwal yang padat menjadi faktor penting. Arsenal masih harus menghadapi dua laga semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid, sementara City menantang final Piala FA pada 16 Mei. Ketegangan jadwal ini dapat memengaruhi performa kedua tim di momen krusial.
Di satu sisi, Arsenal dipimpin oleh Mikel Arteta, yang terus menegaskan posisi mereka di puncak. Di sisi lain, Pep Guardiola dan skuad City memiliki kelebihan laga tunda yang bisa menjadi pembeda.
Secara keseluruhan, meski Arsenal memimpin klasemen, City masih memiliki peluang signifikan berkat jumlah pertandingan tersisa dan keunggulan head-to-head. Jadwal padat dan keputusan akhir akan menentukan siapa yang akhirnya membawa trofi juara Premier League.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
