Arsenal Kalah 4‑1 di Adu Penalti, PSG Raih Gelar Kedua

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Arsenal Kalah 4‑1 di Adu Penalti, PSG Raih Gelar Kedua

Gambar atau konten salah?

Arsenal bertarung melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada 30 Mei 2026 di Puskas Arena, Budapest. Hasilnya 1-1 setelah 120 menit, kemudian Arsenal kalah 4-1 di adu penalti. Gelandang Declan Rice menjelaskan strategi timnya, yakni bermain bertahan.

“Melawan PSG, Anda harus fokus secara mental sepanjang laga. Saya yakin orang-orang menginginkan laga ulangan (PSG) seperti melawan Bayern (di semifinal), tetapi jika kami bermain seperti itu… itulah yang mereka inginkan,” ujar Rice setelah pertandingan. Kata-kata ini menunjukkan betapa pentingnya konsentrasi bagi Arsenal dalam menghadapi lawan kuat.

Pertandingan dimulai dengan cepat. Kai Havertz mencetak gol pertama pada menit ke-6, memanfaatkan kesalahan Marquinhos di lini pertahanan PSG. Namun, setelah gol tersebut, Arsenal mulai mundur ke belakang. Tim takut menyerang terlalu agresif, melainkan menahan posisi dan menunggu kesalahan lawan.

Strategi bertahan ini terlihat jelas. Arsenal membiarkan PSG menguasai bola, sambil tetap melakukan pressing di area lawan. Mereka berharap PSG akan membuat kesalahan dan kemudian menghukum lewat serangan balik. Namun, taktik tersebut hanya berhasil sampai pertengahan babak kedua.

Di menit ke-65, PSG menyamakan skor lewat penalti Ousmane Dembele. Skor tersebut muncul setelah tekel ceroboh Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia. Mikel Arteta memaksa perubahan, memasukkan Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan Eberechi Eze untuk memperkuat lini serang.

Meski beberapa pemain baru masuk, Arsenal tetap tidak dapat mengendalikan permainan. Penambahan Piero Hincapie tidak membantu, dan tim sudah kehabisan pergantian. Keputusan bertahan menjadi pilihan aman, yang akhirnya membawa mereka ke adu penalti.

Di adu penalti, Arsenal tidak mampu menandingi PSG. Namun, Rice tetap bersikap positif. Ia menambahkan, “Begitulah cara mereka mencetak empat, lima, dan enam gol. Anda harus benar-benar waspada dan tangguh dengan banyak komunikasi. Kami hampir tidak memberi mereka peluang, tetapi salut kepada mereka, mereka adalah tim hebat dengan manajer hebat dan pemain-pemain hebat.”

Ia menutup dengan keyakinan, “Mereka telah banyak kalah selama bertahun-tahun sebelumnya dan sekarang ini adalah era mereka. Saya pikir itu akan terjadi pada kami. Kami akan terus berusaha untuk mencapai sesuatu yang besar.”

Dengan kemenangan PSG, tim asuhan Luis Enrique berhasil meraih gelar Liga Champions kedua berturut-turut. Meskipun Arsenal tidak berhasil, strategi bertahan dan ketahanan mental yang ditunjukkan tetap menjadi pelajaran penting bagi klub.

ArsenalParis Saint-GermainLiga ChampionsAdu penaltiDeclan RiceMikel ArtetaStrategi bertahan

Komentar

Memuat komentar...