AS Beri Tarif 20 Persen untuk Semua Kargo di Selat Hormuz

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
AS Beri Tarif 20 Persen untuk Semua Kargo di Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan baru yang cukup keras. Mulai sekarang, setiap barang yang melewati Selat Hormuz akan dikenakan biaya sebesar 20 persen. Ini adalah bagian dari keputusan AS untuk kembali memblokade semua pelabuhan yang ada di Iran.

Trump menyampaikan pengumuman ini melalui akun media sosialnya, Truth Social. Ia menulis bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua orang, dengan atau tanpa Iran. Namun, AS kini memberlakukan kembali blokade terhadap Iran. Biaya 20 persen itu, menurut Trump, adalah cara untuk mengganti uang yang dikeluarkan militer AS dalam menjaga keamanan jalur pelayaran yang sangat penting itu.

"Amerika Serikat akan mendapatkan penggantian biaya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk segala biaya yang diperlukan guna menjamin keselamatan dan keamanan di wilayah dunia yang sangat rawan konflik ini," kata Trump dalam pernyataannya.

Sebelumnya, sebuah pusat informasi maritim yang dipimpin oleh Angkatan Laut AS, yaitu Joint Maritime Information Centre (JMIC), sudah mengumumkan rencana blokade ini. Blokade akan mulai berlaku pada tanggal 14 Juli pukul 20.00 GMT, atau 15 Juli pukul 03.00 WIB. Keputusan ini sudah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Trump.

Dalam pernyataan resminya, JMIC mengatakan bahwa Komando Pusat AS akan mulai menjalankan blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Semua kapal dari negara netral diberi peringatan. Mereka diberi waktu untuk meninggalkan wilayah yang diblokade sebelum aturan ini mulai ditegakkan.

Blokade ini mencakup seluruh pesisir selatan Iran, termasuk pelabuhan dan terminal minyak yang ada di sana. Namun, ada pengecualian. Kapal-kapal netral yang hanya melintas di Selat Hormuz menuju tujuan lain selain Iran tetap diizinkan berlayar. Begitu juga dengan pengiriman bantuan kemanusiaan, asalkan sudah melalui pemeriksaan terlebih dahulu.

JMIC juga memberikan peringatan keras. Kapal-kapal yang membantu kapal lain untuk menghindari blokade, misalnya dengan memindahkan muatan di tengah laut, akan dicurigai bekerja sama dengan Iran. Kapal-kapal seperti itu akan diperiksa secara paksa. Jika tidak segera mematuhi perintah dari pasukan yang menjalankan blokade, mereka bisa dilumpuhkan atau bahkan diserang.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa AS kembali mengambil sikap tegas terhadap Iran di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu titik paling penting untuk perdagangan minyak dunia. Dengan adanya tarif 20 persen dan blokade ini, biaya pengiriman barang melalui rute tersebut kemungkinan besar akan naik secara signifikan.

blokade IranSelat Hormuzbiaya 20 persenDonald Trumpkebijakan ASpelabuhan Irankeamanan jalur pelayaran

Komentar

Memuat komentar...