Asfiksia Penyebab Kematian Yai Mim, Tim Forensik Konfirmasi

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Asfiksia Penyebab Kematian Yai Mim, Tim Forensik Konfirmasi

Gambar atau konten salah?

Tim Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang mengungkapkan penyebab kematian Yai Mim, mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim. Dokter menyatakan bahwa kematian tersebut berhubungan dengan asfiksia.

“Dokter menyimpulkan tanda-tanda menonjol ke arah asfiksia,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Ahi Prabowo saat dikonfirmasi pada Senin, 13 April 2026. Proses visum et repertum selesai dilakukan pada sore hari yang sama.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Yai Mim dibawa ke Kabupaten Blitar untuk dimakamkan. Proses penguburan mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Asfiksia, atau yang sering disebut mati lemas, terjadi ketika tubuh tidak menerima cukup oksigen. Ketika seseorang bernapas normal, oksigen dihirup, dipindahkan ke darah, lalu dibawa ke jaringan tubuh. Sel-sel tubuh menggunakan oksigen tersebut untuk menghasilkan energi. Gangguan pada proses penghirupan oksigen atau pengeluaran karbon dioksida dapat menyebabkan pingsan atau bahkan kehilangan nyawa.

Perbedaan utama antara asfiksia dan hipoksia terletak pada titik terjadinya gangguan. Asfiksia terjadi ketika oksigen tidak mencapai saluran pernapasan, sedangkan hipoksia berarti jaringan tubuh tidak dapat menyerap atau menggunakan oksigen secara efektif. Keduanya memengaruhi cara tubuh menerima oksigen, namun mekanismenya berbeda.

Berbagai bentuk asfiksia dapat terjadi, seperti asfiksia fisik (mekanis), kompresif, traumatik, posisional, akut, dan pada bayi baru lahir. Penyebabnya meliputi anafilaksis, asma, tersedak benda asing, aspirasi (tenggelam), sesak napas, pencekikan, overdosis obat, kejang, serta penyakit atau cedera serius seperti gagal jantung atau patah leher.

Informasi ini menegaskan pentingnya pemahaman tentang cara tubuh memproses oksigen dan bagaimana gangguan pada proses tersebut dapat berakibat fatal. Penelitian forensik di RSSA membantu mengidentifikasi penyebab kematian dengan akurat, sehingga keluarga dan pihak berwenang dapat mengetahui kebenaran secara jelas.

asfiksiaYai MimTim Kedokteran ForensikRSSAvisum et repertumpenguburanPolresta Malang

Komentar

Memuat komentar...