Astronom Temukan Gua Lava Raksasa Terdeteksi di Bawah Venus
Gambar atau konten salah?
Para astronom akhirnya menemukan bukti kuat keberadaan gua raksasa di bawah permukaan Venus, planet yang selama ini dikenal ekstrem dan penuh misteri. Penemuan ini menjadi kali pertama mengonfirmasi adanya struktur bawah tanah di planet “kembaran” Bumi tersebut.
Gua ini diyakini merupakan lava tube atau terowongan lava yang terbentuk dari aktivitas vulkanik di masa lalu. Berdasarkan analisis ulang data radar dari misi Magellan milik NASA, struktur tersebut ditemukan di sekitar gunung berapi besar bernama Nyx Mons.
Para peneliti dari University of Trento, Italia, menemukan indikasi gua ini melalui pola radar yang tidak biasa. Salah satu titik yang disebut pit A menunjukkan sinyal yang berbeda dibanding lubang biasa di permukaan Venus. Menurut tim peneliti, pola tersebut menunjukkan adanya rongga besar di bawah tanah.
“Ini kemungkinan adalah skylight, atap lava tube yang runtuh,” jelas tim peneliti dalam laporan tersebut, mengutip Ecoticias, Senin, 6 April 2026.
Dalam istilah geologi, skylight adalah lubang yang terbentuk ketika bagian atas terowongan lava runtuh, sehingga membuka akses ke rongga di bawahnya. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa gua ini bukan struktur kecil.
Para ilmuwan memperkirakan diameter terowongan bisa mencapai sekitar 1 km, lebih besar dibanding lava tube di Bumi maupun Mars. Bahkan, struktur bawah tanah ini diduga bisa memanjang hingga puluhan kilometer. “Struktur bawah tanah ini bisa memanjang setidaknya 45 kilometer,” ujar Lorenzo Bruzzone, ilmuwan penginderaan jauh dari University of Trento.
Namun, sejauh ini ilmuwan baru bisa mengamati sebagian kecil dari keseluruhan struktur karena keterbatasan data radar. Penemuan ini menjadi sangat penting karena Venus adalah salah satu planet paling sulit diamati.
Planet ini diselimuti awan tebal dan atmosfer ekstrem, sehingga kamera biasa tidak bisa melihat permukaannya. Karena itu, ilmuwan mengandalkan radar untuk menembus lapisan awan dan memetakan permukaan.
Data yang digunakan bahkan berasal dari misi Magellan pada awal 1990-an, yang kini dianalisis ulang dengan teknologi lebih modern. Keberadaan gua lava ini memberi petunjuk baru tentang aktivitas vulkanik di Venus yang sangat intens.
“Sebagian besar permukaan Venus memang terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Dengan menemukan struktur bawah tanah seperti ini, ilmuwan bisa memahami bagaimana lava mengalir dan membentuk planet tersebut di masa lalu. Membantu memahami bagaimana Venus berevolusi,” ujar Bruzzone.
Meski kondisi Venus sangat ekstrem, dengan suhu mencapai ratusan derajat Celsius, gua lava seperti ini menarik perhatian ilmuwan. Di tempat lain seperti Bulan dan Mars, lava tube dianggap sebagai lokasi potensial untuk melindungi misi manusia dari radiasi dan kondisi ekstrem. Namun di Venus, eksplorasi langsung masih menjadi tantangan besar karena tekanan dan panas yang sangat tinggi.
Penemuan ini menambah pemahaman tentang sejarah geologi Venus, menunjukkan bahwa planet ini pernah mengalami aktivitas vulkanik besar yang dapat membentuk jaringan terowongan lava berskala raksasa. Dengan data radar yang terus diperbarui, para ilmuwan berharap dapat memetakan lebih banyak struktur bawah tanah, membuka pintu bagi studi lebih lanjut tentang evolusi planet yang paling menakutkan di tata surya kita.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
