Astronot Artemis II Tidur di Sudut Sempit, Kelelawar
Gambar atau konten salah?
Artemis II adalah misi NASA yang membawa empat astronaut untuk mengelilingi Bulan selama sekitar 10 hari. Kapsul Orion yang mereka gunakan memiliki ruang yang sangat sempit, sehingga tidak ada tempat tidur seperti di Bumi.
Akibatnya, para astronot harus memanfaatkan setiap celah kosong. Mereka tidur di sudut sempit, di kursi, bahkan di bawah panel kontrol, hanya agar bisa beristirahat ketika tidak ada aktivitas. “Kami tidur di mana saja yang bisa muat,” kata komandan misi, Reid Wiseman.
Wiseman juga mengungkapkan bahwa salah satu rekannya tidur dengan kepala di bawah, menyerupai kelelawar. “Christina tidur dengan kepala di bawah, seperti kelelawar,” ujarnya. Kata ini menggambarkan betapa tidak biasa posisi tidur di luar angkasa.
Keadaan menjadi lebih menantang karena jadwal misi yang padat. Dalam 30 jam pertama setelah peluncuran, para astronot hanya sempat tidur sebentar. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi, di mana tubuh tidak bisa menempel pada permukaan seperti di Bumi. Tanpa gaya gravitasi, posisi tidur menjadi sangat fleksibel, bahkan bisa melayang di udara.
Meski terdengar tidak nyaman, tidur dalam kondisi seperti ini penting bagi adaptasi manusia di luar angkasa. NASA menggunakan misi Artemis II untuk mempelajari bagaimana tubuh manusia bereaksi terhadap perjalanan jauh di luar orbit Bumi. Data ini akan berguna untuk misi berikutnya, termasuk pendaratan manusia di Bulan dan perjalanan ke Mars.
Di balik keunikan cara tidur tersebut, para astronot juga mengaku terkesima dengan pemandangan luar angkasa. Dalam salah satu momen, mereka melihat Bumi secara utuh dari kejauhan. Pengalaman tersebut mereka gambarkan sebagai sesuatu yang sangat emosional.
Namun, kehidupan di luar angkasa tetap penuh kompromi. Hal sederhana seperti tidur pun berubah total, dari kasur nyaman menjadi posisi melayang, bahkan bergelantungan seperti kelelawar. Para astronot harus belajar menyesuaikan diri dengan ruang terbatas dan kondisi tanpa gravitasi, sekaligus menikmati keindahan luar angkasa yang tak terbayangkan.
Perubahan cara tidur ini menunjukkan bagaimana manusia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda. Misi Artemis II memberi pelajaran penting bagi persiapan perjalanan ruang angkasa berikutnya, sekaligus menyoroti keajaiban pemandangan Bumi dari luar angkasa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
