Atap Ruang Kelas SDN 2 Sribit Ambruk, Tidak Ada Korban
Gambar atau konten salah?
SDN 2 Sribit di Kecamatan Delanggu, Klaten, mengalami keruntuhan atap ruang kelas pada 02 April 2026. Runtuhnya ruang kelas diduga disebabkan oleh atap yang sudah rapuh.
“Bukan karena angin tapi karena atap bangunan kayu sudah keropos atau rapuh. Tidak ada korban luka,” terang Kapolsek Delanggu AKP Jaka Waloya pada 03 April 2026.
Jaka menjelaskan bahwa atap ruang kelas tersebut ambruk pada hari Kamis, 02 April 2026. Sekolah sudah kosong dan siswa sudah pulang, sehingga tidak ada korban luka.
“Kejadian pas kosong siswa sudah pulang sekolah. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut,” ungkap Jaka. Ia juga menyatakan bahwa polisi sudah memeriksa bersama Bhabinkamtibmas setempat dan menempatkan garis polisi di teras.
Ruang yang roboh terletak di sisi selatan. Ukuran ruangan sekitar 7 x 8 meter dengan atap kayu dan genteng tanah liat. Atap ambruk total menimpa ruang kelas, dan lokasi masih terpasang garis polisi.
Warga sekitar, Yuni (47) menceritakan kejadian tersebut. “Pokoknya habis zuhur kejadiannya, sekitar jam 13.00 WIB. Nggak ada siswa, siswa sudah pulang semua,” kata Yuni. Ia menambahkan bahwa di sekolah masih ada para guru karena saat kejadian belum pulang.
Yuni juga menjelaskan bahwa tidak ada hujan atau angin di lokasi. “Tidak ada hujan atau angin, kayaknya kayu yang sudah lapuk. Setelah ambruk memang hujan deras sampai sore,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Titin Windiyarsih, mengatakan bahwa ambruknya atap sudah dilaporkan ke Pokja. Rencananya akan diusulkan rehabilitasi ke pemerintah pusat. “Sudah lewat Pokja. Ini sudah kami buat proposal ke kementerian untuk dapat revitalisasi, mohon doanya,” jelas Titin.
Keruntuhan atap ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin terhadap bangunan sekolah, terutama yang menggunakan bahan kayu. Pemerintah daerah berencana mengajukan proposal revitalisasi agar fasilitas pendidikan dapat dipertahankan dan aman bagi siswa dan guru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Video Kontroversial di Taman Bangetayu: Polisi Cari Pelaku
Jokowi Resmi Bergabung PSI, Akan Menjadi Dewan Pembina
Paseban Kemangi: Tempat Rahasia Perencanaan Serangan Mataram
Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok, Pasar Sepi Sejak 18 Juni
Wali Kota Solo Tinggalkan Mobil Dinas di Pembangunan Gereja
Pria Pakai Kebaya di Kirab 1 Suro Be 1960, Gagalkan Izin
Berita Terbaru
