Avanza Tembus Guardrail Saat One Way Tol Trans Jawa

Lina F. · 3 min baca · 4 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Avanza Tembus Guardrail Saat One Way Tol Trans Jawa

Gambar atau konten salah?

Sebuah video yang memperlihatkan mobil Avanza menabrak guardrail atau pembatas jalan di Tol Trans Jawa menjadi perbincangan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat besi pembatas jalan sampai menembus bagian belakang bodi mobil.

Insiden ini terjadi ketika sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way sedang diterapkan. Video menunjukkan beberapa mobil melaju di jalur one way tersebut. Beberapa kendaraan tampak berada di bahu jalan sebelah kanan.

Sebuah Avanza berwarna silver yang semula berada di lajur kedua jalur one way, yaitu di samping bahu jalan, terlihat tiba-tiba oleng dan bergerak ke arah bahu jalan. Tidak lama kemudian, mobil silver itu keluar jalur dan menghantam guardrail. Besi pembatas jalan tersebut kemudian menembus bodi mobil. Besi yang sama juga menghantam barang-barang yang diletakkan di atap kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

Diduga, penyebab mobil oleng hingga menabrak pembatas jalan adalah karena pengendara mengantuk.

Erreza Hardian, anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), mengingatkan pentingnya pengemudi menjaga dan mengendalikan kecepatan, terutama saat kondisi mudik yang melelahkan. Ia menyebutkan bahwa kombinasi muatan banyak, kondisi fisik yang tidak terbiasa perjalanan jauh, puasa, dan berkendara di siang hari bisa menyebabkan kelelahan serta berkurangnya konsentrasi, apalagi di jalur yang tidak biasa seperti sistem one way. Pengemudi harus mencapai kecepatan yang masih bisa dikontrol.

Kecelakaan ini membawa pelajaran penting bagi pemudik yang melintasi jalur one way. Menurut Erreza, masih banyak pengemudi yang merasa bingung saat melewati jalur sistem satu arah ini. Ia menyarankan agar pengelola jalan menyediakan rambu yang lebih jelas.

Untuk berkendara di jalur one way, Erreza menyarankan cara terbaik adalah tetap berada di lajur kiri, yaitu lajur yang paling dekat dengan pembatas beton. Sementara itu, bahu jalan sebelah kanan seharusnya tetap berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai bahu jalan. "Jalur ini yang harus dijelaskan dengan rambu agar pengguna jalan akan aman dengan jalanan yang menjelaskan," ujarnya.

Sony Susmana, Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menegaskan bahwa bahu jalan seharusnya tidak digunakan sebagai jalur alternatif saat rekayasa one way berlaku. Ia menekankan bahwa bahu jalan berbahaya untuk menyalip atau ngebut, apalagi jika berada di sisi kanan.

Sony menyarankan pengemudi untuk lebih bijak menyikapi rekayasa one way yang ditetapkan polisi untuk melancarkan arus. Pengemudi harus lebih sabar dalam menjaga jarak dan menyesuaikan kecepatan. Selain itu, bahu jalan tidak dirancang untuk kecepatan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa lapisan bahu jalan tol berbeda dengan jalan utama. Permukaannya cenderung berdebu dan terbuat dari campuran kerikil, yang membuatnya mudah licin dan menyebabkan mobil selip. Permukaan bahu jalan tol juga memiliki kemiringan ke arah luar untuk sistem drainase, yang dapat membuat setir cenderung tertarik ke arah luar. Bahu jalan memang diperuntukkan bagi mobil yang mengalami kerusakan dan berhenti.


Sebuah mobil Avanza menabrak pembatas jalan di Tol Trans Jawa saat penerapan sistem satu arah, diduga karena pengemudi mengantuk. Kejadian ini menyoroti masalah konsentrasi dan penggunaan bahu jalan yang tidak semestinya.

Para ahli mengingatkan pengendara untuk menjaga kecepatan dan mengikuti rambu. Disarankan agar tetap di lajur kiri saat sistem one way berlaku. Selain itu, bahu jalan tol memiliki konstruksi berbeda dan tidak aman untuk dijadikan jalur manuver karena risiko selip dan kemiringan permukaan.

Kecelakaan TolAvanzaGuardrailJalur One WayBahu JalanRekayasa Lalu LintasAntisipasi Kelelahan

Komentar

Memuat komentar...