Awan Topi di Puncak Semeru, Tidak Indikasi Vulkanik

Fandi R. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Awan Topi di Puncak Semeru, Tidak Indikasi Vulkanik

Gambar atau konten salah?

Di pagi hari Senin, 20 April 2026, penduduk Lumajang menyaksikan pemandangan yang tidak biasa di puncak Gunung Semeru. Pada sekitar pukul 07.30 WIB, gunung itu tampak menutupi diri dengan lapisan awan yang menyerupai topi.

Warga yang berada di lereng gunung mengamati fenomena ini dengan penuh keheranan. Salah satu penduduk, Supit Urang Haris, berkata, “Gunung Semerunya unik karena bertopi awan karena hal tersebut jarang terjadi.”

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, awan yang melingkari puncak tersebut adalah awan lenticular. Awan jenis ini biasanya terbentuk di sekitar bukit atau gunung ketika udara lembap naik melewati rintangan dan tertahan oleh angin kencang di atasnya. Akibatnya, terbentuk lapisan awan yang menyerupai topi atau piringan.

Meski tampak menakjubkan, fenomena ini tidak berhubungan dengan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Yudhi Cahyono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, menegaskan, “Gunung semeru bertopi awan pagi ini. Namun kondisi tersebut tidak ada hubungan dengan aktivitas Gunung Semeru karena hal tersebut adanya awan lenticuler.”

Selain itu, status gunung masih berada di Level III atau Siaga. Artinya, pihak berwenang tetap memantau kondisi gunung dengan cermat.

Fenomena bertopi awan ini menunjukkan bahwa awan lenticular dapat muncul di puncak gunung tanpa menandakan adanya aktivitas vulkanik. Masyarakat di sekitar Semeru tetap diingatkan untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Gunung Semeruawan lenticularpuncak gunungBPBD LumajangLevel III Siagafenomena bertopi awanaktivitas vulkanik

Komentar

Memuat komentar...