Badung Selesaikan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga
Gambar atau konten salah?
Badung – Pemerintah Kabupaten Badung telah menyelesaikan skema pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Langkah ini diambil setelah kebijakan menghentikan pengiriman sampah organik ke TPA Suwung mulai 1 April 2026.
“Ada 76,2 persen yang sudah disasar oleh perangkat daerah dan sudah diedukasi terkait pemilahan sampah di hulu. Sisanya sedang terus kami kejar untuk memastikan penanganan sampah ini benar-benar dipilah dari rumah tangga,” kata Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Jumat (27 Maret 2026).
Adi Arnawa menjelaskan bahwa penanganan sampah organik diarahkan melalui proses pencacahan sebelum didistribusikan ke sejumlah titik pengolahan. Beberapa lokasi yang disiapkan sebagai pusat pengomposan hasil cacahan sampah organik tersebut tersebar di wilayah Badung tengah hingga selatan.
“Sampah organik itu harus dicacah, barulah akan dibawa ke beberapa tempat untuk dijadikan kompos. Saya sudah memerintahkan camat-camat melakukan pendataan wilayah mana saja yang bisa diarahkan untuk menampung sampah organik ini,” imbuh politikus PDIP itu.
Adi menegaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pihak pengangkut sampah milik swasta diwajibkan mengikuti pola pemilahan yang baru. Pemkab Badung juga tengah memetakan 19 wilayah yang belum memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
“Swasta pun mengikuti pola ini dan sudah kami hubungi. Mereka juga menanyakan prosesnya yang memang mewajibkan sampah itu dicacah. Harapan kami (hasil olah) sampah organik di Badung tinggal didistribusikan ke daerah utara untuk kebutuhan pertanian,” tegasnya.
Adi menekankan pentingnya sosialisasi mengenai pemilahan sampah berbasis sumber ke masyarakat. Termasuk dengan menyiapkan sarana prasarana pengelolaan sampah seperti teba modern.
“Seiring pendataan dan sosialisasi pemilahan sampah, kami juga meminta DLHK untuk menyiapkan sarana prasarana pengelolaan sampah di rumah tangga. Mulai dari teba modern, tong komposter maupun bag komposter,” pungkasnya.
Rencana ini bertujuan menurunkan volume sampah organik yang masuk ke TPA, sekaligus memanfaatkan kompos sebagai pupuk lokal untuk pertanian di daerah utara Badung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
